KAI Logistik Dorong Transformasi Logistik Hijau

KAI Logistik turut berpartisipasi dalam ALFI Convex 2025, pameran dan konferensi logistik nasional yang digelar Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) pada 12-14 November 2025 di ICE BSD, Tangerang.

Mengusung tema “Indonesia in Motion: Transformasi Logistik Menuju Indonesia Emas 2045”, KAI Logistik memperkenalkan moda kereta api sebagai solusi distribusi yang efisien, berkapasitas besar, dan ramah lingkungan. Kehadiran perusahaan sekaligus menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip green logistics di Indonesia.

VP Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, menyampaikan bahwa ALFI Convex menjadi momentum penguatan kolaborasi antar pelaku logistik untuk mewujudkan sistem distribusi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Transformasi logistik menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari adopsi moda transportasi yang berkelanjutan dan terintegrasi,” ujarnya.

BACA JUGA  KAI Logistik Berkomitmen Dorong Digitalisasi

KAI Logistik menampilkan berbagai layanan logistik berbasis kereta api, termasuk pengiriman barang berskala besar, konektivitas ke kawasan strategis, serta sistem pelacakan digital yang menunjang efisiensi rantai pasok.

Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, perusahaan memperkuat implementasi green logistics melalui pelaporan dan perhitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tier 3 sesuai ISO 14083, serta inovasi pencantuman informasi emisi karbon pada invoice pelanggan. Langkah ini diharapkan meningkatkan awareness industri terhadap dampak lingkungan sekaligus mendorong penerapan green supply chain.

“Pencantuman data emisi karbon bukan sekadar transparansi, tetapi ajakan kepada pelanggan untuk bersama mengukur dan mengelola dampak lingkungan,” kata Dwi.

Selain itu, partisipasi KAI Logistik juga menunjukkan dukungan terhadap kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) yang akan diberlakukan penuh pada 2027.

BACA JUGA  Pengiriman Hewan Peliharaan Tercatat Meningkat saat Libur Lebaran

“Optimalisasi angkutan barang berbasis kereta api menjadi kunci menjaga efisiensi biaya logistik, keselamatan transportasi, dan keberlanjutan,” tegasnya.

Dwi menambahkan, langkah ini selaras dengan pernyataan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, yang menyebutkan bahwa kebijakan Zero ODOL berpotensi mendorong investasi hingga Rp48,9 triliun. Moda kereta api juga dinilai perlu dikembangkan untuk mendukung keseimbangan kebutuhan industri dan perdagangan nasional. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Kalog Kirim 1.425 Motor dari Yogyakarta selama Libur Panjang

KAI Logistik (Kalog) berhasil meningkatkan kebutuhan pengiriman sepeda motor di wilayah Yogyakarta selama masa libur panjang pendidikan. Meningkatnya mobilitas mahasiswa dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan permintaan layanan.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00