Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur.

Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi sistem peringatan dini dan proyeksi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian inflasi.

Sindang Priatim digunakan bersama oleh Bank Indonesia dan pemerintah daerah di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran.

Melalui satu platform, pemerintah daerah dapat memantau perkembangan harga pangan, kondisi pasokan, neraca pangan, surplus dan defisit komoditas, serta pelaksanaan program stabilisasi harga sebagai bahan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Berbasis data

Penguatan sistem ini ditujukan untuk mendukung koordinasi pengendalian inflasi yang lebih berbasis data dan memungkinkan potensi tekanan harga diidentifikasi lebih awal.

Salah satu fitur yang dikembangkan, sistem peringatan dini (Early Warning System) dan proyeksi harga berbasis AI. Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah pola historis perkembangan harga pangan dan menghasilkan indikasi potensi pergerakan harga ke depan.

BACA JUGA  Waspada El Nino, Pemkab Tasikmalaya dan BI Perkuat Pengendalian inflasi

Selain itu, Sindang Priatim dilengkapi dengan fitur neraca pangan, pemantauan pasokan komoditas pangan strategis, informasi surplus dan defisit antarwilayah, serta data pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terhubung dengan peta digital. Informasi lokasi pasar murah juga dapat diakses untuk membantu masyarakat mengetahui pelaksanaan program stabilisasi harga di wilayahnya.

Ketersediaan data

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena,
menyampaikan bahwa ketersediaan data yang berkualitas merupakan salah satu prasyarat penting dalam perumusan kebijakan pengendalian inflasi.

“Pengendalian inflasi membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya melalui sindang Priatim berbagai daerah dapat dihimpun dalam satu platform sehingga dapat mendukung identifikasi tekanan harga dan koordinasi kebijakan secara lebih dini dan terarah,” ujarnya, Kamis (30/7/2026)

Sindang Priatim mulai dikembangkan Bank Indonesia Tasikmalaya pada 2024 sebagai dashboard pemantauan harga pangan harian. Sistem tersebut kemudian dikembangkan secara bertahap dengan menambahkan informasi pasokan dan neraca pangan, analisis pergerakan harga, serta fitur pendukung perencanaan intervensi dan evaluasi kebijakan.

BACA JUGA  DIY Alami inflasi Tahunan  Sebesar 2,16% 

Integrasi data lintas daerah

Integrasi data lintas daerah dinilai penting karena perkembangan harga pangan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi di satu wilayah. Produksi, ketersediaan pasokan, distribusi, pola konsumsi, serta hubungan antara daerah produsen dan daerah konsumen turut memengaruhi pembentukan harga di Priangan Timur.

Melalui informasi surplus dan defisit komoditas, misalnya, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai peluang pemenuhan kebutuhan pangan melalui kerja sama antardaerah.

Pemanfaatan Sindang Priatim mendukung pelaksanaan strategi 4K pengendalian inflasi, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Data harga dan sistem peringatan dini mendukung pemantauan keterjangkauan harga, neraca pangan dan data pasokan membantu mengidentifikasi kondisi ketersediaan, informasi surplus-defisit mendukung koordinasi distribusi, sementara integrasi data menjadi salah satu sarana penguatan koordinasi antaranggota TPID.

BACA JUGA  Pemkab Sleman Luncurkan Inovasi Kebudayaan SIWA

Penyedia data

Dalam pengelolaannya, pemerintah daerah berperan dalam penyediaan, pemutakhiran, dan validasi data sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Data yang telah diverifikasi selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan, penentuan intervensi, serta evaluasi program pengendalian inflasi.

Setelah peluncuran, Sindang Priatim akan digunakan oleh pemerintah daerah di wilayah Priangan Timur.

Bank Indonesia Tasikmalaya akan melakukan pendampingan, antara lain melalui pelatihan teknis, penguatan kapasitas pengelola data, serta evaluasi berkala untuk menjaga kualitas dan konsistensi data.

Pengembangan Sindang Priatim akan disesuaikan dengan kebutuhan pengendalian inflasi daerah perkembangan teknologi melalui pemanfaatan data yang lebih terintegrasi, Bank Indonesia dan pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan ketepatan respons kebijakan dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung daya beli masyarakat di Priangan Timur. (Yey/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Seorang PNS di Taput Dipecat Usai Tagih TPP Tertunggak 19 Bulan

NASIB malang dialami Ida Rohani Sinaga. Pasalnya, setelah hampir tiga dekade mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga itu harus kehilangan pekerjaannya. Ironisnya, keputusan pemberhentian…

Indosat Berdayakan Ekonomi Lokal dan Percepat Transformasi AI

DAERAH Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali meneguhkan posisinya sebagai wilayah yang memberikan kontribusi utama operasional nasional Kuartal II-2026 bagi Indosat Ooredoo Hutchison. EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00

Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

  • July 30, 2026
Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas