Kuota Haji DIY Jadi 3.748 Jemaah, Daftar Tunggu 26 Tahun

KUOTA haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah menjadi 3.748 jemaah setelah mendapat tambahan 601 kuota. Penambahan ini merupakan dampak penerapan skema pembagian kuota berbasis daftar tunggu antarprovinsi.

Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, Rabu (4/2), menjelaskan bahwa tambahan kuota tersebut turut menurunkan masa tunggu jemaah haji DIY dari sebelumnya 34 tahun menjadi 26 tahun.

“Untuk pelunasan, alhamdulillah sampai hari ini sudah melebihi kuota yang ditentukan. Bahkan pada pelunasan tahap kedua kemarin sudah mencapai 105 persen,” ujar Jauhar.

Pemerintah juga membuka masa pelunasan tambahan selama tiga hari, 20–23 Januari, guna mengakomodasi jemaah yang belum bisa melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) karena hasil pemeriksaan istitha’ah (kemampuan kesehatan) terlambat terbit.

BACA JUGA  Kuota Haji Harus Berdasarkan Jumlah Penduduk Muslim

“Tambahan pelunasan tiga hari ini untuk menyerap jemaah yang nomor porsinya sudah masuk, tetapi hasil istitha’ah-nya terlambat keluar,” katanya.

Meski demikian, diperkirakan masih ada sekitar 200 jemaah yang berhak melunasi namun belum melakukan pembayaran hingga batas waktu yang ditentukan. Untuk mengantisipasi kekosongan kuota, Kanwil Kemenhaj DIY telah menyiapkan sekitar 500 jemaah cadangan yang sudah melunasi.

Jauhar memastikan jemaah yang belum melunasi tidak kehilangan hak keberangkatan, melainkan akan bergeser ke antrean tahun berikutnya. Apabila jemaah dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha’ah secara permanen, porsi keberangkatan dapat dialihkan kepada ahli waris.

Ia menambahkan, tidak ada ketentuan baru dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Namun, pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat menyesuaikan regulasi dari Pemerintah Arab Saudi. (AGT/S-01)

BACA JUGA  KPK: 13 Asosiasi dan 400 Biro Travel Terlibat Korupsi Kuota Haji

Siswantini Suryandari

Related Posts

RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

BUPATI Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan. Untuk itu Pemkab Garut mulai menyiapkan pengembangan pelayanan kesehatan melalui kunjungan kerja pimpinan Perkumpulan Teknik…

Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur, Pemerintah Kota Tasikmalaya, mendorong penguatan ekonomi daerah melalui Great Sale 2026. Penguatan tersebut, mengintegrasikan promosi usaha hingga perluasan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

  • October 9, 2026
RSUD dr. Slamet Garut Siap Kembangkan Layanan Berstandar Smart Hospital

Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

  • October 9, 2026
Tasikmalaya Great Sale Diharap Dorong Perekonomian Daerah

PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

  • October 9, 2026
PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

  • October 9, 2026
Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

  • October 9, 2026
Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

  • October 9, 2026
Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram