Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

PERASAAN haru, tak bisa disembunyikan Pramanda Arif Setiawan ketika menerima ijazah Sarjana milik Taranda Finuri A’raf Habib al Furqon.

Taranda, lulusan program Sarjana (S1) Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meninggal dunia karena infeksi paru-paru sebelum sempat mengikuti wisuda.

Sebelumnya, kondisi yang dialaminya sempat diduga sebagai flu dan batuk biasa.

Bagi Pramanda, kakak sepupu Taranda, mengambil ijazah tersebut bukan sekadar mewakili keluarga. Ada kenangan panjang yang membuat momen itu terasa begitu emosional.

Urus keperluan sang sepupu sampai akhir hayat

Almarhum Taranda Finuri A’raf Habib al Furqon. (Dok.Ist)

Pramanda akrab dengan Taranda sejak awal perjalanan kuliah almarhum di UNY, bahkan menjadi salah satu orang yang mengantarkan Taranda ketika pertama kali masuk dan mengurus berbagai keperluan di kampus.

“Saya dulu yang mengantar dia masuk UNY. Waktu mengurus berkas dan ke rektorat juga saya,” kenang Pramanda, Senin (24/8/26).

Karena itu, ketika ia kembali datang ke kampus untuk mengambil ijazah Taranda, perasaannya bercampur antara haru dan kehilangan.

Apalagi Pramanda mengetahui bagaimana perjuangan kedua orang tua Taranda, pasangan Wanuri dan Nanik, mendampingi putra sulung mereka hingga menyelesaikan pendidikan.

Tetap beraktivitas

Taranda dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang mengeluhkan kondisi dirinya kepada keluarga. Bahkan ketika tubuhnya mulai terasa tidak enak menjelang bimbingan terakhir, ia tetap berusaha menjalani aktivitasnya.

BACA JUGA  Rektor UII: Kita Hidup di Dunia yang tidak lagi Hargai Kepastian Tunggal

Kondisinya semula diduga hanya flu dan batuk biasa. Namun, ternyata Taranda mengalami infeksi paru-paru.

“Orang tuanya shock, karena dia pendiam. Kalau sakit jarang omong. Tidak mengungkapkannya kepada keluarga” ujar Pramanda.

Suka dengan dunia tata boga

Di balik sosoknya yang pendiam, warga Piyaman Wonosari Gunungkidul itu memiliki kecintaan kuat pada dunia tata boga. Pendidikan tersebut bukan sesuatu yang benar-benar baru baginya.

Taranda sebelumnya menempuh pendidikan SMK di bidang tata boga dan kemudian melanjutkannya di UNY pada bidang yang sama. Kecintaannya terhadap dunia memasak bahkan kerap terlihat di rumah.

Berbagai hasil praktiknya sesekali dibawa untuk dicicipi keluarga. Ia juga sering bereksperimen sendiri, termasuk memanfaatkan peralatan milik keluarga untuk mengerjakan praktik kuliah.

Perjuangan orang tua

Menjelang kepergiannya, perjalanan akademik Taranda sebenarnya tinggal menyisakan sedikit langkah. Skripsinya telah selesai dan ia tinggal menunggu proses berikutnya.

Namun, takdir berkata lain.Kini, ijazah itu menjadi pengingat atas perjalanan yang telah dilalui Taranda sekaligus perjuangan keluarganya.

BACA JUGA  Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

Pramanda melihat sendiri bagaimana kedua orang tua Taranda berjuang mendampingi putra mereka selama menjalani perawatan. Keduanya merupakan pelaku usaha yang harus menutup warung dan bergantian menjaga Taranda ketika dirawat di rumah sakit.

“Saya melihat perjuangan orang tuanya. Karena itu saya mengambil ijazah, karena orang tuanya tidak kuat,” tutur Pramanda.

Profil Almarhum

Taranda merupakan anak pertama. Ia meninggalkan seorang adik laki-laki yang tahun ini baru memasuki kelas pertama SMK jurusan otomotif. Bagi keluarga, sang adik kini menjadi harapan untuk melanjutkan cita-cita keluarga.

Pramanda pun merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mengarahkan adik sepupunya. Ia berharap pengalaman dan perjuangan Taranda dapat menjadi pelajaran agar adiknya lebih serius menempuh pendidikan dan kelak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ada pula cerita sederhana yang membuat pilihan Taranda menekuni tata boga terasa begitu dekat dengan keluarganya. Sejak kecil, sang ibu, Nanik, gemar memasak dan membuatkan makanan untuk Taranda.

Kecintaan itulah yang kemudian ikut tumbuh menjadi jalan pendidikan yang dipilihnya.

Bukan sekadar ijazah

Bagi Pramanda, ijazah Taranda kelak bukan hanya sebuah dokumen. Ia berharap keberadaan ijazah itu dapat menjadi pengingat sekaligus bahan pembelajaran bagi sang adik tentang perjuangan kakaknya.

BACA JUGA  15 Persen Lulusan Instiper sudah Bekerja Sebelum Wisuda

“Harapannya dengan adanya ijazah ini masih bermanfaat untuk adiknya, lebih dewasa lagi, untuk belajar, untuk sekolah,” ujarnya.

Dari kisah Taranda, Pramanda juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan studi. Menurutnya, di balik setiap mahasiswa yang menempuh pendidikan, ada perjuangan orang tua yang tidak selalu terlihat.

“Perjuangan orang tua itu murni. Harapannya ketika menjadi mahasiswa, serius untuk melewati proses, belajar dengan tekun,” pesannya.

Tentang perjuangan

Hari itu, Taranda memang tidak hadir untuk menerima ijazahnya sendiri. Namun, lembaran yang berpindah tangan melalui Pramanda membawa cerita tentang seorang anak yang telah menuntaskan perjuangannya, tentang orang tua yang setia mendampingi, dan tentang seorang adik yang kini meneruskan harapan keluarga.

Ijazah itu mungkin tak pernah sempat digenggam Taranda. Tetapi, di tangan keluarganya, ijazah tersebut menjadi tanda bahwa perjuangannya di UNY telah sampai pada garis akhir. (AGT/M-01)

Related Posts

  • Story
  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

BERBAGAI pelaku UMKM dari penjuru Indonesia membawa kekayaan daerah ke Kota Semarang. Di tengah kemeriahan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, produk Papua Tengah hingga kain…

Inovasi SaClay Mahasiswa UPNVY, Perpanjang Masa Simpan Cabai hingga 15 Hari

PARA petani cabai, sering harus berhadapan degn fluktuasi harga dan kualitas hasil panen, terutama saat panen raya. Kondisi dan kejadian ini, menjadi perhatian serius mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari