Transisi Desil 5-6 Jadi Sorotan, Walkot Bandung Siap Lindungi Warga Rentan

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan menyoroti kondisi masyarakat yang mengalami perubahan status kesejahteraan dari Desil 5 ke Desil 6.

Kelompok tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi kehilangan akses terhadap bantuan, meski masih berada dalam kondisi rentan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mencermati penerapan kebijakan berbasis desil secara hati-hati. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat dapat diterapkan sesuai kondisi riil masyarakat di lapangan.

“Kalau untuk Desil 9 dan Desil 10, bagaimanapun juga kita ini Bandung salah satu kota yang menurut Kementerian Sosial datanya paling bagus. Kita sudah termasuk yang paling bagus,” ungkapnya, Senin (24 /8).

Tidak dapat subsidi

Farhan menyebut, Desil 9 dan Desil 10 merupakan kelompok masyarakat yang dinilai sudah mampu dan memiliki pendapatan tetap. Konsekuensinya, kelompok tersebut tidak lagi dapat menikmati sejumlah subsidi, khususnya subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Meski demikian, kebijakan tersebut tetap harus dicermati karena kondisi masyarakat di lapangan tidak selalu sepenuhnya sesuai dengan data yang tercatat.

BACA JUGA  49,65% Mahasiswa Baru FEB UGM 2026 Dapat Subsidi UKT

“Untuk itu memang kami akan mencermati di lapangan secara sangat hati-hati mengenai penerapan-penerapan aturan terhadap Desil 9 dan Desil 10 ini. Pemkot tidak hanya fokus pada masyarakat Desil 9 dan Desil 10. Justru kelompok yang berada pada transisi Desil 5 ke Desil 6 menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah,” paparnya.

Menurut Farhan, masyarakat Desil 9 dan Desil 10 menghadapi konsekuensi berupa tidak lagi menerima subsidi. Sementara warga yang berpindah dari Desil 5 ke Desil 6 berpotensi tidak lagi menerima bantuan sosial.

Paling rentan

Buat Pemkot,  di Kota Bandung yang paling rentan itu adalah antara Desil 5 ke Desil 6. Kalau Desil 9, 10 kan tidak bisa menikmati subsidi. Kalau Desil 5 ke Desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan.

“Karena itu, kami akan memastikan kelompok masyarakat yang mengalami perubahan status desil tetap mendapat perhatian. Pemerintah juga akan mencermati kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara data dengan kondisi ekonomi warga sebenarnya.

BACA JUGA  Farhan Ajak Warga Ubah Budaya Buang Sampah di Momentum Idulfitri

Sebab isu Desil 9, 10 penting, namun kami juga tidak mungkin mengabaikan isu transisi Desil 5 ke Desil 6. Demikian juga sebaliknya,” jelasnya.

Farhan mengatakan, pemantauan kondisi masyarakat akan dilakukan hingga tingkat kewilayahan. Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan adalah program Siskamling Siap Jaga Bencana yang memungkinkan warga menyampaikan aspirasi dan kondisi yang mereka hadapi secara langsung.

“Kita masih jalankan Siskamling Siap Jaga Bencana untuk memastikan bahwa warga di setiap kewilayahan itu bisa menyampaikan aspirasinya. Apakah memang menimbulkan kesulitan atau memang sedang dalam keadaan baik-baik saja,” katanya.

Antisipasi dampak perubahan desil

Farhan menilai pengawasan berbasis kewilayahan penting karena pemerintah perlu mengetahui kondisi masyarakat secara faktual, terutama ketika terjadi perubahan status dalam data kesejahteraan.

Instrumen bantuan harus mampu mengantisipasi dampak perubahan status desil, terutama bagi masyarakat yang berada di antara Desil 5 dan Desil 6. Selain pengawasan di lapangan,  terdapat mekanisme untuk melaporkan perubahan status desil masyarakat.

BACA JUGA  Sambut Ramadan, Khofifah Serahkan Bansos PKH Plus di Sidoarjo

Ia akan mencermati lebih lanjut mekanisme tersebut, termasuk kanal yang disediakan pemerintah pusat untuk memperbarui data apabila kondisi masyarakat mengalami perubahan.

“Kalau saya enggak salah itu ada yang namanya website untuk melaporkan tentang perubahan desil tersebut,” ucapnya.

Akurasi data kata Farhan, menjadi salah satu kunci agar kebijakan bantuan dan subsidi tepat sasaran. Pemkot Bandung akan terus memantau kondisi warga sekaligus memastikan masyarakat yang masih rentan tidak kehilangan perlindungan hanya karena perubahan status dalam pendataan. Fokus saat ini  transisi Desil 5 ke Desil 6. (zahra/M-01)

Related Posts

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

AKIBAT masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan. Wali Kota Bandung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG