UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

INDONESIA dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country.

Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal.

Kondisi itu menuntut pengelolaan biodiversitas yang terkoordinasi dan berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) nasional tentang pengelolaan biodiversitas, Sabtu (31/1), di ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM.

Diskusi FGD yang diinisiasi oleh Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI ini dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., Wakil Kepala BRIN, Prof. Dr. Ir. Amarullah Oktavian, ST., MSc., DSD., ASN., dan para peneliti di UGM dan BRIN.

Risiko besar

Kepala BRIN mengungkapkan Indonesia memiliki sekitar 31.750 spesies tumbuhan dan sekitar 744.000 spesies fauna. Potensi besar tersebut, menurutnya, juga membawa risiko yang tidak kecil.

Berdasarkan data Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal Kementerian Hukum, tercatat sekitar 8.483 sumber daya genetik dan 491 pengetahuan tradisional yang telah terdata.

BACA JUGA  PSE UGM Fokus Kembangkan Hydrogen Valley

Jumlah tersebut dinilai masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi biodiversitas Indonesia secara keseluruhan.

“Mari kita pastikan setiap invensi berbasis sumber daya hayati Nusantara memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Pembaruan data

Dewan Pengarah BRIN, Dr. Bambang Kesowo, S.H., LL.M., menekankan pentingnya pembaruan data yang komprehensif sebagai dasar komunikasi kebijakan kepada Presiden.

Dengan data yang kuat, Presiden dapat memberikan arahan yang lebih jelas kepada jajaran pemerintah.

“Data itu bisa diambil dari berbagai kasus, meskipun belum sempurna, tetapi menjadi bahan untuk terus diasah dan dievaluasi,” tuturnya.

Koordinator riset

Rektor UGM Ova Emilia berharap BRIN dapat berperan sebagai koordinator riset di tingkat nasional, khususnya antar perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi riset masih belum cukup erat dan cenderung bersifat kompetitif.

“Seharusnya klaster itu berbasis keahlian, bukan sekadar label universitas. Jadi perlu direkatkan kembali dalam bentuk klaster berbasis konten dan expertise,” jelasnya.

Ova menegaskan UGM saat ini tengah mendorong ekosistem riset biodiversitas dan kemaritiman. Bersama BRIN, UGM menyatakan komitmennya dalam menyuarakan penguatan pusat-pusat riset nasional.

“PR bangsa kita masih banyak. Ekosistem riset kita perlu diperkuat, termasuk infrastrukturnya yang saya kira masih ada yang tertinggal,” ungkapnya.

BACA JUGA  Wisudawan UGM Titik Awal Mengabdi kepada Bangsa

Pengelolaan biodiversitas

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU., menyoroti pentingnya kejelasan fokus dalam pengelolaan biodiversitas.

Ia mencontohkan bahwa universitas dan BRIN berperan pada riset, sedangkan tata kelola kawasan berada di kementerian terkait.

“Dari sini terlihat bahwa topik pengelolaan biodiversitas perlu dipilah dan difokuskan,” jelasnya.

Soal penentuan skala prioritas juga disampaikan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. Ia mencontohkan pengelolaan komoditas unggulan peternakan di New Zealand.

“Kita perlu menyepakati komoditas prioritas. Tantangannya, semua pihak merasa komoditasnya paling penting,” ujarnya.

Menurut Erwanto, hal tersebut menjadi kelemahan bangsa dalam menentukan prioritas unggulan untuk bersaing di tingkat internasional. Meski demikian, ia menekankan perlunya pengelompokan komoditas, mulai dari unggulan nasional, pelopor, perintis, hingga komoditas yang perlu dilindungi.

Peran etnobotani

Dari perspektif budaya, Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., menyoroti peran etnobotani dalam menjaga biodiversitas berbasis kekuatan lokal.

BACA JUGA  Masyarakat Puas dengan Layanan Transportasi Selama Libur Nataru

Ia mencontohkan hasil kajian di Gunungkidul yang menunjukkan bahwa keberagaman hayati tetap terjaga karena didukung oleh tradisi pangan masyarakat.

“Aspek food tradition terbukti berkontribusi besar dalam menjaga keragaman hayati,” ungkapnya.

Wakil Rektor Danang menyimpulkan bahwa pengelolaan biodiversitas ke depan perlu diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional berbasis bioekonomi, kemandirian pangan, kesehatan, serta energi berbasis biodiversitas.

“Hal-hal inilah yang akan kita eksplorasi lebih lanjut,” pungkasnya menutup diskusi.

Kolaborasi lintas disiplin

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko menuturkan tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu semata. Pengelolaan biodiversitas, lanjutnya, menuntut kolaborasi lintas disiplin dengan memahami praktik-praktik yang ada di lapangan.

“Baik dalam konteks budaya pesisir, budaya maritim, maupun praktik pembudidayaan dan lainnya,” ujarnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

RAKSASA Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Piala Super Eropa setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria pada Kamis dini hari WIB. Kedua gol PSG…

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

BALAI Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur mencanangkan gerakan bebas penggunaan botol plastik di lingkungan kerjanya. Deklarasi kepedulian lingkungan tersebut dipimpin langsung Plt Kepala BKHIT Jawa Timur, Hudiansyah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

  • August 14, 2026
Kapal Induk Garibaldi Dipastikan Tiba di Tanah Air Tepat Waktu

Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

  • August 14, 2026
Bali United Dapat Pelajaran dari Sabah FC

Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

  • August 13, 2026
Pertahankan Piala Super, PSG Masuk Jajaran Klub Elite Eropa

Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk Jadi Arsitek Belanda

  • August 13, 2026
Xavi Hernandez Antusias Ditunjuk  Jadi Arsitek  Belanda

BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

  • August 13, 2026
BKHIT Canangkan Gerakan Bebas Botol Plastik di Lingkungan Kerja

DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo

  • August 13, 2026
DKD Garda Prabowo Jatim Apresiasi Aksi Ketua DKC Garda Prabowo