Tiga Hakim dan Pengacara Ronald Tannur Diduga Terima Suap

PENYIDIK Jampidsus Kejaksaan Agung menyita uang bernilai miliaran rupiah dari beragam mata uang milik tiga hakim dan satu pengacara dalam kasus vonis bebas  Gregorius Ronald Tannur, terdakwa kasus pembunuhan Dini Sera Afriyanti.

Diduga uang miliaran rupiah ini merupakan gratifikasi atau suap untuk membebaskan terdakwa Gregorius Ronald Tannur.

Empat tersangka itu adalah tiga hakim PN Surabaya yang memvonis bebas Ronald Tannur berinisial ED, HH, dan M. Dan satu pengacara Ronald Tannur berinisial LR.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar dalam konperensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Rabu (23/10) malam mengatakan penyitaan uang itu hasil penggeledahan properti di enam lokasi.

Seluruh properti di enam lokasi milik para tersangka. Lokasi pertama adalah rumah pengacara LR di Rungkut Surabaya. Penyidik menemukan barang bukti berupa uang tunai.

BACA JUGA  Ibu Ronald Tannur Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka Suap Hakim

Rinciannya Rp1,190 miliar, US$451.700, SIN$17.043 dolar (dolar Singapura) dan sejumlah catatan transaksi.

Lokasi kedua adalah apartemen milik tersangka LR di Apartemen Eksekutif Tower Palem di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Di situ ditemukan barang bukti berupa uang tunai pecahan rupiah serta mata uang asing bila dirupiahkan setara Rp2,126 miliar.

Uang Suap Bebaskan Ronald Tannur

Penyidik juga menemukan dokumen buku penukaran uang atau valuta asing. Catatan-catatan pemberian uang kepada pihak-pihak terkait, dan ponsel milik LR.

Lokasi ke tiga adalah Apartemen Gunawangsa Tidar, Surabaya, milik tersangka ED.

Penyidik menyita uang tunai senilai Rp97,5 juta, SIN$32.000 dolar, 35.992 ringgit Malaysia, dan sejumlah barang bukti elektronik.

BACA JUGA  Kejagung Tetapkan Lagi Tiga Hakim Tersangka Kasus Ekspor CPO

Properti keempat rumah milik ED di Perumahan BSB Mijen, Semarang.

Penyidik menyita uang tunai US$6.000, SIN$300 ribu dolar Singapura, dan sejumlah barang bukti elektronik.

Properti kelima adalah apartemen tersangka HH di daerah Ketintang, Gayungan, Surabaya.

Penyidik menemukan uang tunai Rp104 juta, US$2.200, SIN$9.100, 100.000 yen, dan sejumlah barang bukti elektronik.

Properti terakhir adalah adalah Apartemen Gunawangsa Tidar, Surabaya, milik tersangka M.

Penyidik menyita uang tunai senilai Rp21,4 juta, US$2.000, SIN$32.000, dan sejumlah barang bukti elektronik.

Qohar mennyatakan diduga kuat uang-uang yang ditemukan di properti para hakim berasal dari LR, pengacara Ronald Tannur.

“Itu dibuktikan dengan bagaimana dia transaksi tukar uang asing, bagaimana catatan yang ada, serta bagaimana barang bukti elektronik yang ada di sana,” ungkapnya.

BACA JUGA  Anne Ratna Mustika Penuhi Panggilan Kejari Purwakarta

Qohar berjanji penyidik akan segera mengungkapkannya kepada publik penemuan bukti uang dalam waktu dekat.

“Kami sudah dapat bukti yang cukup uangnya dari siapa, kemudian diberikan ke siapa, dan aliran uangnya siapa saja. Nanti pada saatnya akan kami buka,” ujarnya.

Keempat tersangka diduga terlibat dalam gratifikasi dalam vonis bebas terhadap Ronald Tannur.

Ketiga hakim kini ditahan di Rutan Surabaya. Sedangkan pengacara LR ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

MANTAN Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim didakwa menerima uang senilai Rp1,2 miliar terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) periode 2021-2026. Jaksa…

Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

PRESIDEN Prabowo Subianto berkenan menerima Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, Presiden Prabowo menerima Vivian di Hambalang, Jawa Barat pada Rabu. Pertemuan tersebut dilakukan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue