Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

SELAMA ini buah maja berenuk (Crescentia cujete L) jarang dimanfaatkan lantaran rasanya yang pahit. Alhasil buah itu lebih sering dijadikan tanaman hias.

Namun di tangan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) buah maja diolah menjadi produk herbal berupa teh maja dan sirup maja.

Inovasi itu mereka lakulan saat memberi pendampingan pengolahan buah maja di Dusun Krajan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Hibah penugasan guru besar UNY

Kegiatan bertema “Pendampingan Masyarakat dalam Mengolah Buah Maja Berenuk (Crescentia cujete L.) Menjadi Produk Herbal yang Bermanfaat di Dusun Krajan Wedomartani Ngemplak Sleman DIY” tersebut didanai melalui Hibah Penugasan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta.

BACA JUGA  Ledakan Petasan kembali Menelan Korban

Tim PkM dipimpin oleh Prof. Dr. Isana Supiah Yosephine Louise bersama Cornelia Budimarwanti, M.Si., Dr. Bernadetta Octavia, Dr. Suwardi serta Felix Arie Setiawan, Ph.D dari Universitas Jember.

Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa, yakni Abdul Aziz Khoirudin, Nasheka Amalia Putri, I’anatul Mustafidah, Milda Rahma Putri, dan Bagus Budi Priyono.

Kandungan senyawa bioaktif

Prof. Dr. Isana Supiah Yosephine Louise menjelaskan bahwa buah maja berenuk memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai produk herbal kesehatan.

Namun selama ini masyarakat masih memandang buah tersebut sebagai limbah karena rasa pahit dan aroma menyengat ketika matang.

“Buah maja berenuk sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Melalui pendampingan ini kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa tanaman lokal yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk herbal yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujar Prof. Isana, Jumat (15/5/26).

BACA JUGA  24 Mahasiswa UNY Ikuti Internship Internasional di Jepang

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada proses pengolahan produk, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengemasan hingga pengurusan izin P-IRT dan BPOM agar masyarakat memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Antioksidan dan antibakteri

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan pemuda Dusun Krajan mendapatkan materi mengenai kandungan dan manfaat buah maja berenuk, proses pembuatan teh herbal dan sirup, teknik pengemasan produk, hingga praktik langsung pengolahan buah. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.

Secara umum, buah maja berenuk selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian besar buah hanya jatuh dan membusuk tanpa pengolahan lebih lanjut.

Padahal, buah tersebut mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri.

BACA JUGA  Dua Kubah Lava di Puncak Gunung Merapi tak Banyak Mengalami Perubahan

Memanfaatkan sumber daya lokal

Melalui program ini, tim PkM UNY berharap masyarakat dapat memiliki keterampilan baru dalam memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual.

Selain mendukung kesehatan masyarakat melalui produk herbal alami, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha rumah tangga baru di lingkungan masyarakat.

Di akhir kegiatan, peserta mengaku mendapatkan wawasan baru terkait manfaat buah maja berenuk serta termotivasi untuk mencoba mengembangkan produk herbal secara mandiri.

Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan pada masa mendatang dengan tema-tema pengolahan potensi lokal lainnya. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

Hore! Dua Badak Sumatera di TNWK Dilaporkan Tengah Hamil

KABAR positif datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk betina badak Sumatera Ratu dan Delilah diketahui sedang hamil. Saat ini keduanya terus menjalani pemantauan…

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

DUA  mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Erick Saoutra Rawung (Teknik Mmesin) dan Michelle Carissa Purnama (Teknik Industri) yang tergabung dalam Tim MichEri menawarkan gagasan inovasi bertajuk “The F.O.R.C.E. Architecture” yakni sebuah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

  • October 6, 2026
MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

  • October 6, 2026
UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

  • October 6, 2026
Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

  • October 6, 2026
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan