Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap jenazah SN, 38, warga negara India yang ditemukan tewas di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.

Berdasarkan fakta di lapangan dan hasil autopsi, korban dinyatakan meninggal akibat mati lemas bunuh diri.

​Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Siko Sesaria Putra Suma mengungkapkan, motif tindakan nekat korban diduga akibat tekanan  ekonomi. Selain itu juga terkait persoalan sengketa hak asuh anak dengan mantan istrinya.

​Dalam olah TKP yang dilakukan di ruang detensi, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan bunuh diri. Barang bukti itu berupa potongan tali kain rol warna putih yang masih terikat di kusen pintu kamar detensi dengan posisi terputus, yang digunakan untuk sarana bunuh diri.

BACA JUGA  Polisi Benarkan Ayah Tiri Pembunuh Alvaro Tewas Bunuh Diri

Berupaya beri pertolongan

Satreskrim Polresta Sidoarjo membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis. (Dok/Ist)

​Saat petugas tiba, korban sudah berada di lantai dalam keadaan tertutup kaos polo. Diketahui bahwa rekan sekamar korban sempat berupaya menurunkan tubuh korban untuk memberikan pertolongan.

​Selain itu juga barang bukti lain di sekitar lokasi berupa dua botol air mineral, peralatan mandi, serta kain sarung milik korban.

​Petugas juga mengukur tinggi kusen pintu dari lantai sekitar 2,14 meter, sementara tinggi badan korban adalah 172 cm. Sehingga kusen bisa digunakan untuk sarana bunuh diri dan ditemukan tali putus.

​Berdasarkan pemeriksaan luar dan dalam (autopsi) yang dilakukan oleh tim medis, ditemukan tanda-tanda klinis mati lemas. Pada leher terdapat luka lecet tekan di bagian leher sisi depan, kanan, dan kiri akibat jeratan tali.

BACA JUGA  Unpad Tunggu Hasil Visum untuk Pastikan Pria yang Gantung diri

Kematian akibat asfiksia

Hasil autopsi juga ditemukan pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada ujung jari-jari tangan dan kaki.

Tim medis menemukan bintik pendarahan pada paru-paru, jantung (hepar), dan jaringan otak, yang merupakan ciri khas kematian akibat asfiksia atau kekurangan oksigen.

​”Sebab kematian adalah kekerasan tumpul pada leher yang menyebabkan tertutupnya saluran pernapasan dan pembuluh darah leher, sehingga korban mengalami mati lemas,” tegas Kompol Siko.

​Hasil penggalian keterangan dari saksi dan rekan satu kamar mengungkap bahwa korban tengah menghadapi beban psikologis yang berat. Korban sering mengeluhkan himpitan ekonomi dan sempat meminjam uang kepada warga di wilayah Sedati namun kesulitan mengembalikan.

BACA JUGA  Kasus Timothy Anugerah, Mendiktisaintek: Jadi Refleksi Bersama

Korban diketahui sudah bercerai dengan istrinya (WN Indonesia) sejak 2019.  Mereka sedang berkonflik terkait hak asuh anak yang saat ini berada di bawah pengasuhan pihak istri.

​Pihak kepolisian memperkirakan waktu kematian korban terjadi antara 3 hingga 6 jam sebelum pemeriksaan luar dilakukan, yakni di kisaran pukul 07.40 hingga 10.40 WIB.

Saat ini, jenazah masih ditangani sesuai prosedur konsuler untuk diserahkan kepada pihak keluarga melalui Konsulat Kehormatan India. (OTW/M-01)

Related Posts

Semangati Kontingen Pramuka Daerahnya di Jamnas XII, Bupati Sleman Datang ke Cibubur

BUPATI Sleman, Harda Kiswaya, mengunjungi kontingen Pramuka Kabupaten Sleman yang tengah berpartisipasi dalam ajang Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur, Jakarta, pada Sabtu (15/8). Dalam kunjungannya tersebut Harda didampingi Kepala…

Perkuat Digitalisasi Inklusif, BI Gelar Pekan QRIS Nasional Serentak

BANK Indonesia mendorong transformasi digital semakin inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan melalui rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 dilaksanakan serentak di 46 kantor perwakilan BI  pada 11-17 Agustus. Pelaksanaan PQN…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Semangati Kontingen Pramuka Daerahnya di Jamnas XII, Bupati Sleman Datang ke Cibubur

  • August 16, 2026
Semangati Kontingen Pramuka Daerahnya di Jamnas XII, Bupati Sleman Datang ke Cibubur

Perkuat Digitalisasi Inklusif, BI Gelar Pekan QRIS Nasional Serentak

  • August 16, 2026
Perkuat Digitalisasi Inklusif, BI Gelar Pekan QRIS Nasional Serentak

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul