Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan Campak

KASUS campak kembali menyeruak dan menjadi sorotan publik, setelah sejumlah anak di Sumenep, Madura, dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini.

Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM menghadirkan konten TropmedAsk dengan mengundang ahli untuk menjawab pertanyaan yang bermunculan di media sosial. Ahli yang dihadirkan adalah dr. Ratni, Sp.A(K), konsultan infeksi dan penyakit tropis dari RSUP Dr. Sardjito.

“Campak bisa menyerang semua usia, tetapi gejalanya lebih sering tampak berat pada anak-anak,” jelasnya.

Menurut dr. Ratni, campak mudah dikenali dari gejala khas  berupa demam tinggi disertai batuk dan pilek, lalu pada hari ketiga atau keempat muncul ruam kemerahan yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Bahaya campak

Salah satu tanda khasnya adalah bintik kecil putih di mulut yang disebut koplik spot. Bintik ini tidak ditemui pada penyakit lain seperti flu Singapura atau rubella.

BACA JUGA  Masalah Kesehatan Anak masih Jadi PR Pemerintah

“Tidak semua demam dengan ruam berarti campak, diagnosis tetap harus ditegakkan dengan pemeriksaan,” tegas dr. Ratni.

Bahaya campak tidak berhenti pada gejala awal seperti demam, batuk, pilek, dan ruam. Infeksi ini melemahkan daya tahan tubuh, membuat rentan terhadap penyakit lain dan menimbulkan komplikasi serius, seperti radang paru (pneumonia), hingga radang otak (ensefalitis).

Komplikasi inilah yang sering kali menyebabkan kondisi pasien memburuk bahkan berujung kematian.

“Inilah yang bisa berujung pada kematian,” tegas dr. Ratni.

Pencegahan utama campak adalah imunisasi campak atau MR (Measles–Rubella). “Biasanya penyakit yang ada imunisasinya itu penyakit yang berbahaya,” ungkap dr. Ratni.

Kekebalan kelompok

Lebih lanjut tentang imunisasi campak ini, meski tidak menjamin 100% bebas tertular, vaksin terbukti melindungi dari gejala berat. Ia menekankan pentingnya cakupan imunisasi tinggi  untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

BACA JUGA  15 Orang Meninggal dan 1322 Warga Tasikmalaya Terindikasi TB

“Kalau ada yang tidak divaksin, mereka bisa menularkan ke yang lain,” lanjut dr. Ratni. Jadi, anak yang sudah divaksin masih bisa terkena campak, tapi gejalanya biasanya lebih ringan.

Campak juga bisa membahayakan ibu hamil dan janin. Risiko paling besar terjadi bila infeksi muncul pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga bayi lahir dengan gejala campak dalam 10 hari pertama kehidupannya.

“Karena itu, perempuan sebaiknya sudah divaksin MMR sebelum hamil, minimal satu bulan sebelumnya,” tegas dr. Ratni.

Pelacakan kontak

Selain imunisasi, pencegahan campak juga bisa dilakukan dengan langkah sederhana seperti memakai masker saat sakit, mencuci tangan, dan menjaga asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

BACA JUGA  Pemkab Humbahas Minta Dukungan Pusat Soal Pendidikan dan Kesehatan

“Campak menular lewat udara, mirip dengan Covid-19. Karena itu, pencegahannya juga mirip: imunisasi, masker, dan cuci tangan,” jelas dr. Ratni.

Jika ada kasus campak yang muncul di sekolah, tindakan yang harus segera dilakukan pelacakan kontak, pemeriksaan kesehatan pada anak lain yang bergejala, serta memastikan mereka mendapatkan imunisasi lengkap.

Anak yang terinfeksi harus diistirahatkan di rumah sampai benar-benar pulih untuk memutus rantai penularan. Selain itu sekolah perlu meningkatkan kebersihan lingkungan dan memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua terkait gejala dan pencegahan campak. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Inilah Penyebab Banyak Orang Indonesia Jatuh Miskin di Usia Senja

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat 41,75% lansia di Indonesia berada dalam kelompok rumah tangga dengan distribusi pengeluaran 40% terbawah. Hal itu membuat lansia terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan kerentanan ekonomi.…

Pasien Stroke Butuh Perencanaan Perawatan Lanjutan

DATA menyebutkan stroke saat ini menjadi penyakit nomor 2 dunia yang menyebabkan kecacatan dan menyebabkan 6,5 juta jiwa kematian. Ketidakpastian perawatan menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pasien saat mengalami…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pelatih Australia Richard Garcia Senang Bisa Juarai Piala AFF U-19

  • June 14, 2026

Montella Kecewa, Turki Kuasai Laga Tapi Kalah dari Australia

  • June 14, 2026
Montella Kecewa, Turki Kuasai Laga Tapi Kalah dari Australia

Pastikan Data PCMB Aman, Pemprov Jabar Minta Maaf Atas Kendala Akses

  • June 14, 2026
Pastikan Data PCMB Aman, Pemprov Jabar Minta Maaf Atas Kendala Akses

Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026

  • June 14, 2026
Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026

AFJ Dorong Dirjen PKH Tingkatkan Standar Kesejahteraan Hewan

  • June 14, 2026
AFJ Dorong Dirjen PKH Tingkatkan Standar Kesejahteraan Hewan

Skotlandia Menang, Brasil dan Swiss Tertahan

  • June 14, 2026
Skotlandia Menang, Brasil dan Swiss Tertahan