Ombudsman Jawa Barat Soroti Program Anak ke Barak Militer

OMBUDSMAN Jawa Barat memberikan sejumlah catatan penting kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait program pembinaan khusus bagi siswa berperilaku menyimpang yang dikirim ke barak militer.

Kepala Ombudsman Jabar, Dan Satriana, menyatakan bahwa pihaknya masih terus mencermati pelaksanaan program pendidikan karakter ini yang dinilai masih dalam tahap perkembangan. Hingga kini, Ombudsman belum menerima laporan atau aduan dari masyarakat, namun telah menyampaikan sejumlah catatan awal kepada Pemprov Jabar.

Minim Sosialisasi dan Informasi Tidak Lengkap

Salah satu perhatian Ombudsman adalah minimnya informasi yang disampaikan Pemprov Jabar kepada publik. Satriana menilai, opini masyarakat yang pro dan kontra terhadap program ini merupakan bentuk partisipasi yang wajar dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Namun, sayangnya opini tersebut dibentuk dari informasi yang tidak lengkap. Sebagian besar masyarakat hanya mendapatkan informasi dari pernyataan lisan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di media sosial, yang tentu tidak menyampaikan rincian program secara menyeluruh.

BACA JUGA  Atasi Kenaikan Elpiji, KDM Sarankan Kembali ke Kearifan Lokal

Program ini juga disosialisasikan lewat Surat Edaran Gubernur tentang sembilan langkah pembangunan pendidikan “Gapura Panca Waluya”. Namun, menurut Ombudsman, surat tersebut belum mampu menjelaskan secara utuh tujuan, sasaran, serta teknis pelaksanaan program pembinaan khusus.

Ombudsman Jawa Barat sebut kriteria peserta tidak jelas

Catatan penting lainnya adalah ketidakjelasan kriteria peserta yang menjadi sasaran program. Dalam SE disebutkan bahwa peserta didik dengan perilaku khusus menjadi sasaran, tetapi dalam salah satu tayangan media sosial, terungkap bahwa siswa yang ikut program tersebut melakukannya secara sukarela dengan alasan yang tidak sesuai kriteria yang disebutkan.

“Pemprov perlu memperjelas kriteria sasaran agar proses pendataan peserta dapat dipertanggungjawabkan serta tujuan pembinaan bisa diukur dengan jelas,” tegas Satriana, Kamis (22/5)

BACA JUGA  KDM Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor Desa Cibogo Lembang

Perlu Mengacu pada Aturan Perlindungan Anak

Lebih lanjut, Satriana mengingatkan bahwa program ini seharusnya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2021 tentang Perlindungan Khusus bagi Anak. Dalam peraturan itu disebutkan bahwa anak dengan perilaku menyimpang perlu mendapatkan bimbingan agama, konseling, rehabilitasi sosial, dan pendampingan—melibatkan peran orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan, dan keagamaan.

Ia menegaskan bahwa peran lembaga-lembaga tersebut tidak bisa digantikan begitu saja oleh pembinaan bersama TNI atau Polri, apalagi jika materi dan durasi pelatihan bersifat terbatas.

“Perilaku menyimpang anak tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan tunggal. Diperlukan kerja sama lintas lembaga yang kompeten,” ujarnya.

Saran untuk Gubernur

Sebagai penutup, Dan Satriana menyarankan agar Gubernur Jabar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi dan kinerja lembaga yang bertanggung jawab dalam menangani anak-anak dengan perilaku menyimpang.

BACA JUGA  Gubernur Jabar Guyur Bonus Rp2 Miliar untuk Persib

“Jika lembaga-lembaga terkait saat ini belum optimal, maka pembenahan perlu segera dilakukan sebelum menerapkan solusi alternatif seperti pembinaan bersama aparat keamanan,” pungkasnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti dilema dan ketidakadilan yang dihadapi insan pers di tengah perkembangan media sosial. Di satu sisi, jurnalis dituntut menjunjung tinggi etika, kebenaran, dan independensi.…

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

INDONESIA menghadapi beban dengue yang masih tinggi. Pada 2025, Indonesia tercatat menempati urutan kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat dengue, dengan 703 kematian atau sekitar 17 persen dari total…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue