
INSIDEN Kota Jenin membuat sejumlah negara mengecam keras tindakan militer Israel yang melepaskan tembakan peringatan di dekat delegasi diplomatik saat berkunjung ke wilayah pendudukan Tepi Barat, Rabu (21/5).
Insiden Kota Jenin, lokasi operasi besar-besaran militer Israel terhadap kelompok bersenjata Palestina sejak Januari lalu.
Menurut militer Israel (IDF), delegasi tersebut dianggap keluar dari rute resmi yang telah disetujui. Tembakan pun dilepaskan ke udara sebagai peringatan. Tidak ada laporan korban luka.
“Pasukan IDF menembakkan tembakan peringatan untuk mencegah delegasi memasuki area yang tidak diizinkan. Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” demikian pernyataan resmi IDF.
Delegasi tersebut terdiri atas perwakilan dari beberapa negara, termasuk Spanyol, Mesir, Prancis, Turki, Irlandia, dan Italia.
Sebagian besar negara tersebut mengonfirmasi kehadiran diplomat mereka dalam kunjungan tersebut dan mengecam tindakan militer Israel sebagai tidak dapat diterima.
Beberapa negara bahkan menyatakan akan memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi serta mendesak dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut.
Otoritas Palestina (PA) menyebut insiden ini sebagai “kejahatan keji” dan menuding pasukan Israel sengaja menargetkan delegasi diplomatik.
“Delegasi ini hadir dalam kunjungan resmi bersama Otoritas Palestina untuk meninjau situasi kemanusiaan serta mendokumentasikan pelanggaran yang terus dilakukan pasukan pendudukan terhadap rakyat Palestina,” demikian pernyataan PA.
IDF menyatakan pihaknya akan berkomunikasi langsung dengan negara-negara terkait dan menyampaikan hasil penyelidikan internal yang tengah dilakukan. (*/S-01)









