Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

TIM penyidik Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo terus memperdalam penyidikan kasus dugaan korupsi pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) Damarsi Kecamatan Buduran, Sidoarjo.

Terbaru, penyidik memeriksa saksi kunci atau “saksi mahkota” yang mengungkap fakta terkait keterlibatan perangkat desa sejak awal proyek kos-kosan itu.

​Pemeriksaan yang berlangsung pada Selasa (14/4) ini menandai babak baru dalam penanganan perkara.

Kasus yang semula berada dalam tahap penyelidikan kini telah naik ke tahap pemberkasan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) resmi berdasarkan Surat Perintah Operasi (Sprin-Op).

Korupsi berjamaah

Tim penyidik Seksi Intelijen Kejari Sidoarjo terus memperdalam penyidikan kasus dugaan korupsi pemanfaatan Tanah Kas Desa. (Dok.Ist)

​Pihak pelapor sekaligus tokoh masyarakat Damarsi, Alsuwari, menegaskan, perubahan fungsi lahan TKD menjadi tempat kos-kosan bukanlah kasus penyerobotan lahan oleh pihak ketiga. Perubahan fungsi lahan TKD disebutnya sebagai dugaan korupsi berjamaah.

BACA JUGA  IM 57 Satukan Nusantara Melawan Korupsi

​”Kami ingin meluruskan narasi yang berkembang. Ini bukan penyerobotan tanah sepihak, tapi kuat dugaan merupakan konspirasi,” tegas Alsuwari, Selasa (14/4).

​Menurut Alsuwari, indikasi korupsi ini didasarkan pada temuan lapangan oleh Jaksa Intelijen. Yaitu menunjukkan adanya pengalihan fungsi aset negara tanpa prosedur yang sah.

​Dalam pemeriksaan tersebut, pelapor menghadirkan Mashuda, saksi mahkota yang bertindak sebagai penyuplai bahan bangunan proyek tersebut sejak Februari 2023.

Keterlibatan perangkat desa

Kepada penyidik, Mashuda membeberkan bahwa Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengetahui persis dimulainya proyek di atas lahan TKD tersebut.

​”Saat pembukaan lahan, ada acara syukuran dan doa bersama. Pak Lurah (Kades), Pamong, dan Ketua BPD saat itu (Sodikun) hadir di lokasi bersama pengembang,” kata Mashuda.

BACA JUGA  Tiga Pengurus BUKP Tempel Jadi Tersangka Kasus Korupsi

​Keterlibatan perangkat desa dalam seremoni tersebut mematahkan argumen jika desa tidak mengetahui adanya pembangunan belasan unit rumah kos di atas aset milik negara itu.

​Selain Kades dan pengembang, pihak pelapor juga menyoroti peran BPD Damarsi yang dinilai mandul dalam menjalankan fungsi pengawasan. Alsuwari menduga ada keterlibatan kolektif yang menyebabkan aset desa beralih fungsi menjadi bisnis komersial pribadi.

​”Kami menduga adanya keterlibatan Pemdes dan pengembang, serta kelalaian BPD yang tidak berfungsi sebagai pengawas sebagaimana mestinya,” kata Alsuwari.

Pendalaman materi

​Saat ini, tim penyidik Kejari Sidoarjo masih melakukan pendalaman materi BAP dari sejumlah saksi. Langkah selanjutnya adalah menentukan jadwal pemeriksaan saksi-saksi tambahan guna memperkuat alat bukti.

BACA JUGA  Kena OTT KPK, Bupati Langkat akan Diperiksa Lebih Lanjut

Pihak kejaksaan tengah menggodok penentuan calon tersangka yang harus bertanggung jawab atas kerugian aset negara dalam kasus TKD Damarsi ini. (OTW/A-01)

Admin

Related Posts

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

GUBERNUR DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya pada Rabu (28/10) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. “Kebebasan menyampaikan aspirasi tidak boleh dibatasi, tetapi juga…

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

MENJELANG peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026), Polda Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pandangan dan aspirasi. Ajakan itu disampaikan menyikapi rencana…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri

  • October 27, 2026
PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri