DKPP Kota Bandung Klaim Pemeriksaan Hewan Kurban Efektif

TIM post mortem Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa 2.313 ekor hewan kurban yang terdiri terdiri dari 1.065 ekor sapi dan 1.248 ekor domba/kambing. Pemeriksaan dilaksanakan di 288 lokasi dan masih akan berlangsung hingga berakhirnya hari tasyrik.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginajar menyatakan, hasil tim hanya menemukan kasus minor terkait status kesehatan dan kelayakan hewan kurban. Hal itu menunjukan keberhasilan Tim Pemeriksa dalam mendeteksi, memastikan dan memisahkan antara hewan sehat dan hewan yang terindikasi sakit atau tidak layak sebelum Hari Iduladha. Hal ini tentu memberikan kepastian dan ketenangan bagi masyarkat dalam membeli dan mengonsumsi daging hewan kurban.

“Dengan hasil pemeriksaaan, ketelitian dan kecermatan petugas post mortem, ditemukan bagian organ yang harus diafkir dan tidak untuk dikonsumsi. Di antaranya seperti ditemukan cacing hati di sebagian organ hati dan beberapa di bagian paru rusak seperti terdapat bercak-bercak merah atau terjadi pengerasan menjadikan bagian ini tidak layak dikonsumsi,” ungkapnya.

BACA JUGA  IDEAS Nilai Pembagian Daging Kurban Perlu Pengaturan agar Bermanfaat

Edukasi ke masyarakat

Menurut Gin Gin, kegiatan itu juga mengedukasi masyakat yang mungkin selama ini tidak tahu bahwa untuk kurban perlu hewan yang sehat dan layak. Walau mungkin ini dianggap bukan penyakit berbahaya tetapi hal kecil tersebut bisa menimbulkan musibah atau ‘madhorot’.

“Sebagai perbandingan, pada 2025, jumlah lokasi terperiksa sebanyak 337 lokasi dan jumlah hewan terperiksa sebanyak 3.403 ekor. Tetapi kita masih menyisakan 3 hari lagi (hari tasyrik),” tuturnya.

Untuk diketahui, post mortem merupakan pemeriksaan hewan kurban setelah disembelih. Tim beranggotakan dari 200 orang. Mereka berasal dari tenaga dokter hewan maupun paramedic seperti dari PDHI Jabar I, prodi kedokteran hewan Unpad dan Fakultas Peternakan Unpad serta dari pusat studi unggulan CAATIS Telkom Univercity.

BACA JUGA  Kapolda DIY Serahkan 30 Sapi dan 15 Kambing untuk Kurban

Tim post mortem bekerja mulai di Hari Raya Iduladha sampai berakhirnya hari tasyrik. Petugas post mortem menyebar ke tempat-tempat pemotongan di 30 kecamatan se-Kota Bandung.

Kesehatan hewan

Tim post mortem sebut Gin Gin, memeriksa kesehatan pada daging, kepala, lipoglandula, jantung, hati, paru, limpa, ginjal hewan kurban. Hal itu untuk melihat abnormalitas dan kelainan organ layak atau tidak untuk dikonsumsi. Apabila ditemukan kelainan, organ tersebut harus dibuang/diafkir karena tidak layak untuk dikonsumsi. Pemeriksaan post mortem ini untuk memastikan daging dan jeroan hewan kurban aman dikonsumsi masyarakat,” paparnya.

Gin Gin menjelaskan, sebelumnya Tim Ante Mortem telah berhasil memeriksa hewan kurban sebanyak 17.984 ekor, terdiri dari domba 8.027 ekor, sapi 4.623 ekor, kambing 298 ekor dan ada 1 ekor kerbau, yang tersebar di 289 lokasi penjualan, 277 masjid dan 2 lokasi di Rumah Potong Hewan (RPH).

BACA JUGA  DKKP Kota Bandung Pakai Aplikasi Selamat untuk Hewan Kurban

Hasilnya, terperiksa 81,88 persen kondisi sehat dan layak sedangkan 18,12 persen kondisi tidak sehat dan tidak layak. Mayoritas tidak layak karena belum cukup umur (domba 1.783 ekor, sapi 454 ekor dan domba 79 ekor) dan sebagian kecil ditemukan cacat seperti kaki pincang, buta, telinga dan ekor terpotong (23 ekor).

“Sedangkan untuk temuan indikasi sakit hanya sebatas sakit ringan seperti sakit mata, lesu, diare, orf atau luka-luka, bukan sakit zoonosis seperti PMK dan lainnya. Penyakit ringan tersebut umumnya disebabkan oleh dampak perjalanan, adaptasi lingkungan dan cuaca serta perubahan pola pakan. Penyakit tersebut tidak termasuk pada kategori 25 jenis Penyakit Hewan Menular Strategis,” tandasnya. (zahra/M-01)

Related Posts

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

KEPOLISIAN Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan perkembangan terbaru terkait situasi kamtibmas pascaaksi demo masyarakat di kawasan Gedung DPRD DIY pada Selasa malam. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan,  menjelaskan situasi…

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

Polda Jawa Tengah mengungkap jaringan perjudian jenis togel yang beroperasi di Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang. Pengungkapan ini menyasar sejumlah peran dalam praktik perjudian, mulai dari pengepul kupon,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

  • October 21, 2026
Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

  • October 21, 2026
Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

  • October 21, 2026
Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

  • October 20, 2026
Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah