
SELURUH Klinik PMI kabupaten/kota se-DIY Selasa (14/04) menerima hibah peralatan medis modern senilai Rp3,3 miliar. Jumlah itu diproyeksikan akan meningkatkan standar fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat respons kedaruratan medis di seluruh wilayah Yogyakarta.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, KGPAA — Sri Paduka Paku Alam X, di Kantor PMI DIY, Gamping, Sleman.
Dukungan itu merupakan hasil kolaborasi antara PMI Pusat, Asia-Europe Foundation (ASEF), dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), yang juga didukung Palang Merah Jepang.
Sri Paduka menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas medis yang memadai menjadi faktor kunci dalam merespons kebutuhan kedaruratan kesehatan masyarakat. Menurutnya, pembaruan sarana ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih luas dan profesional.
“Dengan semakin lengkapnya fasilitas dan peralatan kesehatan yang tersedia, kami berharap Klinik PMI di DIY dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih luas,” pesan Sri Paduka.
Tanggung jawab besar
Ketua PMI DIY, Gusti Bendoro Pangeran Hario Prabukusumo, mengatakan besarnya bantuan ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi jajaran pengurus. Ia mengakui kehadiran alat-alat mutakhir tersebut di luar ekspektasi awal organisasi.
“Bantuan ini sangat luar biasa, kami semua pengurus sampai kaget karena nilainya besar sekali. Dengan peralatan yang serba baru ini, klinik-klinik PMI di DIY akan menjadi klinik yang tercanggih. Ini membuktikan bahwa dari Jogja kita bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gusti Prabu menekankan bahwa dukungan internasional ini merupakan buah dari totalitas kerja para relawan yang telah teruji secara global. Baginya, pembaruan fasilitas ini adalah sarana untuk mewujudkan standar pelayanan terbaik dari Yogyakarta untuk skala nasional.
“Alhamdulillah, perhatian Palang Merah Jepang dan dunia internasional kepada kami sangat besar, bahkan gedung markas ini pun dulu sumbangan mereka. Saya selalu ingin ada sesuatu yang lahir ‘dari Jogja untuk Indonesia’. Kita harus memberikan keyakinan bahwa layanan kemanusiaan di sini harus menjadi yang terbaik supaya masyarakat benar-benar terbantu,” tambahnya.
Tepat sasaran
Gusti Prabu juga berpesan agar seluruh jajaran PMI bekerja dengan niat yang tulus agar pemanfaatan alat-alat tersebut tepat sasaran. “Kami berkomitmen bekerja dengan pikiran, niat, serta hati yang mulia. Insyaallah, jika kita totalitas, semuanya akan berjalan baik dan manfaatnya akan dirasakan jauh lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Adapun rincian total bantuan sebesar Rp3.345.293.217 disalurkan dalam tiga tahapan yakni Tahap I sebesar Rp642.197.000,00; tahap II Rp1.588.354.217,00 ; Tahap III: Rp1.114.742.000,00. Alat yang diserahkan meliputi alat EKG, USG 2 dimensi, stretcher ambulans, Automated External Defibrillator (AED), hingga Emergency Transport Ventilator. Dukungan juga mencakup unit penyimpanan vaksin (vaccine refrigerator), sterilisator dry heat, emergency trolley, serta bedside monitor.
Peningkatan kapasitas sarana ini diharapkan mampu memperkokoh posisi PMI sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pelayanan publik di sektor kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan. Sekaligus, memantapkan posisi PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelayanan kemanusiaan. (AGT/M-01)






