Polres Tasikmalaya Tangkap Anggota Sindikat Pengedar Uang Palsu

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasimalaya Kota, Jawa Barat menangkap seorang sindikat pengedar uang paslu (Upal) berinisial EN, 62, warga Kecamatan Serang, Provinsi Banten. Penangkapan tersebut, dilakukan di parkiran Jalan Ir Juanda, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya tengah membawa uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 395 lembar di dalam tas.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga berkaitan peredaran uang palsu di wilayahnya hingga Satuan Reserse Kriminal langsung melakukan penyelidikan. Namun, petugas penyidik mencurigai terhadap seorang berinisial EN tengah di lahan parkiran akan melakukan transaksi jualbeli di jalan Ir Juanda pada hari Sabtu 10 Mei sekitar pukul 18.30 WIB.

BACA JUGA  Masyarakat Diminta Bantu Pemberantasan Judi dan Prostitusi Online

“Anggota Satreskrim berhasil menangkap seorang tersangka berinisial EN, 62, warga Kecamatan Serang, Provinsi Banten,” katanya, Senin (19/5/2025).

Masih dikejar

Faruk mengatakan, satu orang sindikit pengedar uang palsu setelah ditangkap dan dilakukan pemeriksaan tersangka EN mengaku mendapat uang palsu (Upal) membeli di Bogor dari seorang berstatus menjadi daftar pencarian orang (DPO) seharga Rp 5 juta. Namun, tersangka juga telah melakukannya sejak 2022 dan penamgkatan tersebut masih belum diedarkan.

“Pelaku lain masih pengejaran hingga akan membongkar produsennya. Untuk tersangka dijerat pasal 36 ayat 2 dan pasal 26 ayat 2 UU RI no 7 tahun 2011 tentang mata uang jo pasal 55 KUHP ancaman hukuman 10 tahun penjara dan pidana denda Rp 10 miliar,” ujarnya.

BACA JUGA  Masyarakat Diimbau Waspadai Uang Palsu Jelang Pilkada

Kualitas rendah

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri mengatakan, penangkapan dan pengungkapan sindikat uang palsu di Tasikmalaya yang dilakukan oleh Polres Tasikmalaya Kota sangat mengapresiasi. Karena, satu orang tersangka merupakan sindikat dan memang terlihat palsu.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan untuk kualitas kertas jelek, kualitas rendah, uang keaslian tidak asli, bahan kertas biasa dan tingkat kecil, peredaran uang palsu di masyarakat semakin turun karena Bank Indonesia selalu melakukan komunikasi dengan Kepolisian. Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah terutamanya edukasi kepada masyarakat mengenai pemahaman terkait uang asli dilihat, diraba, diterawang,” pungkasnya. (yey/N-01)

BACA JUGA  Polres Tasikmalaya Gagalkan Perdagangan Dua Ekor Trenggiling

Dimitry Ramadan

Related Posts

Nekat Bobol Rumah Temannya, Remaja ini Gondol Emas dan Laptop

TIM Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo meringkus ATD, 20, remaja warga Wonocolo, Surabaya karena terbukti membobol rumah rekannya sendiri di kawasan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Tersangka menggondol perhiasan emas serta laptop…

Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

PEMBANGUNAN daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2027 difokuskan pada 6 prioritas. Keenam prioritas tersebut, yakni penurunan tingkat kemiskinan; peningkatan kualitas sumber daya manusia; penurunan ketimpangan antarkelas sosial dan antarwilayah; peningkatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Nekat Bobol Rumah Temannya, Remaja ini Gondol Emas dan Laptop

  • November 4, 2026
Nekat Bobol Rumah Temannya, Remaja ini Gondol Emas dan Laptop

Bukan Cuma Mengajar, Guru di Bandung Bangun Karakter dan Keterampilan

  • November 4, 2026
Bukan Cuma Mengajar, Guru di Bandung Bangun Karakter dan Keterampilan

Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

  • November 4, 2026
Penurunan Kemiskinan dan Good Governance Jadi Fokus Pembangunan DIY

Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

  • November 4, 2026
Kapolda DIY Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan di Mapolda

Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

  • November 4, 2026
Eks Tim Mawar Sebut Prabowo Sudah Waspadai Pengkhianat Sejak 2025

Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba dan Amankan 180 Tersangka

  • November 4, 2026
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba dan Amankan 180 Tersangka