Perajin Tahu Sidoarjo Dilarang Pakai Bahan Bakar Sampah Plastik

SEJUMLAH perajin tahu di Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo kedapatan masih menggunakan bahan bakar sampah plastik yang merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3)

Bupati Sidoarjo Subandi memberi peringatan para perajin tahu, agar tidak lagi menggunakan bahan bakar sampah plastik, atau tempat usaha mereka bisa ditutup karena melanggar.

Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo, merupakan salah satu pusat penghasil tahu.

Sayangnya masih banyak perajin tahu di desa ini, yang menggunakan limbah B3 berbahaya seperti sampah plastik untuk bahan bakar.

Bupati Sidoarjo Subandi melakukan sidak langsung ke para perajin tahu di Desa Tropodo, Minggu (18/5).

Bupati mendapati para perajin lebih banyak yang menggunakan bahan bakar sampah plastik, dan hanya sedikit yang menggunakan bahan bakar kayu.

BACA JUGA  Warga Damarsi Sidoarjo Demo Transparansi Aset Tanah Kas Desa

Dalam sidaknya, Bupati Sidoarjo memperingatkan para perajin, untuk menghentikan penggunaan sampah plastik. Sebab penggunaan sampah plastik mencemari lingkungan, dan melanggar aturan yang ada.

“Ini sudah menjadi sorotan tidak hanya media nasional, namun juga internasional karena mencemari lingkungan yang berbahaya bagi kesehatan,” kata Subandi.

Apabila perajin nekat menggunakan bahan bakar sampah plastik, aparat penegak hukum akan bertindak. Artinya usaha yang melanggar tersebut bisa ditutup.

Bahan bakar sampah plastik dilarang

Bupati Sidoarjo memberi peringatan hingga Rabu (21/5) agar perajin tahu menghentikan penggunaan sampah plastik. Bupati akan membantu mengusahakan penggunaan gas, atau bahan bakar kayu.

Untuk penggunaan bahan bakar gas, Pemkab Sidoarjo akan bekerja sama dengan Provinsi Jawa Timur membantu perajin tahu.

BACA JUGA  Truk Patah As di Tengah Perlintasan Rel, Perjalanan KA Terganggu

Yaitu membantu biaya pemasangan pipa gas, masing-masing 50% dibantu Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim.

“Kami akan melindungi pengusaha UMKM agar usaha tahu ini bisa terus berjalan. Namun, kami juga minta komitmen para produsen tahu untuk tidak lagi memakai bahan bakar yang berbahaya ini,” kata Subandi.

Bupati tidak ingin gara-gara memakai bahan bakar limbah B3, UMKM produsen tahu ditutup. Karena itu perlu dipilah-pilah mana bahan bakar yang boleh digunakan dan mana yang tidak boleh.

”Kami ingin membantu UMKM di Sidoarjo, termasuk UMKM tahu yang berada di Desa Tropodo. Perintah Pak Presiden, UMKM harus dibantu agar tetap bisa hidup dan berkembang,” tegas Subandi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amiq menambahkan, limbah B3 yang dilarang digunakan untuk bahan bakar itu.

BACA JUGA  Gedung Baru Ponpes Al Khoziny Siap Dibangun Akhir 2025

Antara lain, karet, ban, sol sepatu dan sandal, busa, dan stereofom. Limbah tersebut benar-benar dilarang digunakan.

Menurut Bahrul Amiq, sebagian pengusaha UMKM tahu sudah meminimalkan pemakaian plastik untuk bahan bakar. Plastik sudah dicacah dan dikombinasikan dengan kayu bakar.

Ada pula yang benar-benar sudah memakai kayu bakar. Untuk proses produksi tahu yang siap dikonsumsi, tidak boleh sama sekali menggunakan karet, plastik, dan sejenisnya yang berbahaya. (OTW/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

  • May 14, 2026
Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

  • May 14, 2026
Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

  • May 14, 2026
Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

  • May 14, 2026
Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

  • May 14, 2026
Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

  • May 14, 2026
Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas