Zohran Mamdani Usung Transportasi Gratis dan Pajak Orang Kaya

WALI Kota New York terpilih dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani mengusung sejumlah gagasan ambisius untuk menjadikan kota tersebut lebih terjangkau bagi warganya.

Beberapa proposal yang menarik perhatian publik antara lain rencana penyediaan layanan penitipan anak gratis, bus kota tanpa tarif, serta pembekuan sewa bagi sekitar satu juta penyewa yang tinggal di apartemen dengan tarif sewa terkendali.

Untuk membiayai program-program tersebut, Mamdani mengusulkan penerapan pajak tambahan bagi warga terkaya dan peningkatan tarif pajak korporasi di New York. Namun para pengkritiknya menilai gagasan itu tidak realistis.

Sebagai wali kota, Mamdani akan memerlukan persetujuan legislatif negara bagian dan gubernur untuk menerapkan kenaikan pajak tersebut.

BACA JUGA  Pohon Natal Rockefeller dari Tradisi hingga Keberlanjutan

Gubernur New York, Kathy Hochul yang sebelumnya mendukung Mamdani, telah menyatakan tidak akan menyetujui kenaikan pajak bagi kalangan kaya, dengan alasan hal itu dapat mendorong para pengusaha meninggalkan negara bagian.

Biaya penitipan anak di New York saat ini telah mencapai tingkat krisis. Dalam usulannya, Mamdani ingin memberikan penitipan anak gratis untuk seluruh anak berusia 6 minggu hingga 5 tahun, sekaligus memperluas program pre-K dan 3-K yang sebelumnya diluncurkan di masa pemerintahan Bill de Blasio. Dana program ini akan diperoleh melalui pajak tambahan bagi kelompok berpenghasilan tinggi dan perusahaan besar.

Zohran Mamdani hadirkan pangan murah

Namun, calon wali kota dari Partai Republik, Curtis Sliwa, menilai rencana tersebut sulit direalisasikan karena keterbatasan anggaran.

BACA JUGA  Shutdown AS Ganggu Penerbangan dan Layanan Publik

Dilansir dari ABC, Mamdani menjadikan transportasi publik sebagai salah satu fokus kampanyenya. Ia berencana memperluas program uji coba gratis yang sempat dijalankan saat pandemi dan menghapuskan tarif untuk seluruh bus kota.

Untuk mempercepat layanan, ia juga ingin menambah jalur khusus bus di berbagai kawasan. Program bus gratis ini akan dibiayai melalui kenaikan pajak korporasi dan pajak penghasilan bagi warga dengan pendapatan lebih dari 1 juta dolar AS per tahun.

Tak hanya itu, Mamdani juga mengusulkan pendirian lima toko bahan pangan bersubsidi pemerintah, masing-masing di satu wilayah New York City. Rencana ini menjadi salah satu yang paling kontroversial, dengan sejumlah pihak menilainya mirip dengan sistem distribusi pangan era Soviet.

BACA JUGA  Penghitungan Ulang Surat Suara di Penajam Paser Utara Diawasi Ketat

Mamdani menyebut rencananya itu sebagai “opsi publik untuk kebutuhan pangan”, yang bertujuan menekan harga bahan makanan. Pemerintah kota akan menyediakan lahan untuk toko-toko tersebut, membeli bahan pangan dengan harga grosir, dan membebaskan pajak properti bagi pengelolanya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Putin: Rusia tidak Punya Motif untuk Menyerang Eropa

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menegaskan negaranya tidak ingin berkonflik dengan negara manapun, terutama negara-negara Eropa. Ia juga menegaskan bahwa Moskow tidak punya motif untuk menyerang Eropa. Penegasan Putin itu menepis…

Ini Ultimatum Anthony Hudson, Target Thailand Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih tim nasional Thailand, Anthony Hudson, menegaskan ambisi timnya untuk menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Setelah menempuh perjalanan panjang dan tiba di Indonesia pada Rabu (23/9) petang, Thailand langsung memusatkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit