
REKTOR UPN Veteran Yogyakarta Prof. Dr. Muhammad Irhas Effendi, M.Si berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya mengukur keberhasilan dari seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkan bagi lingkungan dan masyarakat.
Ia mendorong para lulusan untuk tidak sekadar mengejar karier, melainkan membangun reputasi, serta tidak hanya mencari kesempatan, tetapi turut menciptakan kesempatan bagi orang lain. Hal tersebut sejalan dengan Marwah Kampus Bela Negara.
“Itulah makna Widya Mwat Yasa, ilmu pengetahuan menjadi bernilai ketika diabdikan bagi pembangunan bangsa dan negara,” ujar Rektor dalam sambutannya,” demikian dikatakan Prof. Dr. Muhammad Irhas Effendi, M.Si saat memberi sambutan dalam acara Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2026 pada Sabtu (26/9) dan Minggu (27/9) .
Ia juga mengingatkan agar para wisudawan yang kelak berhasil dan mencapai posisi tinggi tidak melupakan almamater sebagai bagian dari perjalanan mereka.
Wisuda terakhir sebagai rektor
Prof. Irhas kemudian menitipkan UPN “Veteran” Yogyakarta kepada seluruh lulusan untuk menjaga nama baiknya, besarkan melalui karya, dan buktikan bahwa lulusan Kampus Bela Negara mampu menjadi profesional yang unggul, adaptif, berkarakter, dan berdampak bagi Indonesia. “Dan ketika Saudara telah terbang tinggi, jangan lupa jalan pulang ke almamater,” imbuhnya.
Prof. Irhas juga berpesan bahwa wisuda bukan garis akhir, melainkan titik berangkat. Rektor menekankan bahwa gelar, IPK dan penghargaan baru memperoleh makna penuh ketika ilmu yang dimiliki berubah menjadi karya, solusi dan manfaat.
Wisuda kali ini menjadi wisuda terakhir yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Muhammad Irhas Effendi, M.Si., karena masa jabatannya akan segera berakhir pada Oktober mendatang.
Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu menduduki pucuk pimpinan Kampus Bela Negara selama dua periode yakni pada 2018-2022, kemudian terpilih lagi untuk memimpin pada periode 2022-2026.
Bermanfaat untuk masyarakat
Saat ini, UPN Veteran Yogyakarta tengah menggelar Pemilihan Rektor, serta telah menetapkan tiga Calon Rektor Periode 2026-2030. Ia mengatakan selama menjabat Rektor telah menyaksikan UPN Veteran Yogyakarta terus bertumbuh, memperkuat kelembagaan, memperluas layanan, dan tetap menjaga marwahnya sebagai kampus yang didirikan oleh Veteran Pejuang Kemerdekaan.
Pada masa kepemimpinannya, UPN “Veteran” Yogyakarta berhasil meraih Akreditasi Unggul. Perkembangan akreditasi program studi juga menunjukkan kemajuan, di mana terdapat 22 program studi mengantongi Akreditasi Unggul dari total 35 program studi (63 persen).
Penguatan mutu tersebut berjalan bersama penguatan sarana, antara lain pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu, gedung kuliah enam lantai, gedung parkir, dan berbagai fasilitas pendukung.
Namun menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah Universitas bukan hanya soal bertambahnya gedung atau penghargaan, tapi para alumni yang menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.
Dibagi dua
Wisuda kali ini diikuti 1.436 wisudawan. Ribuan wisudawan tersebut terdiri dua wisudawan Program Doktor (S3), 82 Magister (S2), 1.326 Sarjana (S1), dan 26 Diploma Tiga (D3).
Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua hari, yakni Sabtu (26/9/2026) sebanyak 829 wisudawan dan Minggu (27/9/2026) sebanyak 607 wisudawan. Sebanyak 753 wisudawan atau 52,43 persen meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude) dan 16 wisudawan memperoleh Penghargaan Karya Cendekia. Adapun IPK tertinggi mencapai 4,00 untuk program Doktor dan Magister, 3,96 untuk program Sarjana, serta 3,97 untuk program Diploma Tiga. (AGT/M-01)








