
KETUA UMUM Juru Sembelih Halal (JULEHA) Daerah Istimewa Yogyakarta, Cuk Tri Noviandi mengingatkan kepada para juru sembelih atau jagal agar lebih mengenali berbagai potensi bahaya ditimbulkan saat proses menyembelih hewan kurban.
“Salah satu risiko yang sering kita jumpai yakni tertendang saat mengikat atau handling sapi,” kata Cuk yang juga dosen Fakultas Peternakan UGM tersebut, Jumat (23/5).
Menurut dia risiko lain yang bisa terjadi yaitu tersayat pisau jika Juleha tidak memakai sarung tangan saat menyembelih.
“Ada pula yang terhantam kepala sapi saat sapi tiba-tiba bergerak saat/setelah disembelih,” ujarnya.
Potensi bahaya tersebut, lanjutnya tidak akan terjadi jika petugas penyembelih sudah menggunakan APD yang lengkap dan tahu SOP-nya.
Sementara itu, Wakil Ketua Halal Center UGM, Nanung Danar Dono mengingatkan syariah Islam tentang ibadah kurban, yaitu memenuhi syarat jenis ternak, umur ternak, kesehatan ternak dan waktu penyembelihan.
Fakultas Peternakan UGM telah melatih para juru sembelih halal (Juleha) bagaimana menyembelih hewan kurban.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pelatihan, uji kompetensi, dan perpanjangan sertifikasi bagi juru sembelih halal (surveillance).
Dengan pelatihan nantinya para Juleha akan menjalankan perannya dengan tetap mengedepankan penerapan syariat Islam.
UmatIslam diimbau untuk memahami syarat-syarat sah penyembelihan hewan kurban, termasuk kriteria hewan yang layak untuk dikurbankan sesuai syariat. Hewan yang dikurbankan adalah hewan yang sehat.(AGT/S-01)







