Kenali Potensi Bahaya Saat Menyembelih Hewan Kurban

KETUA UMUM  Juru Sembelih Halal (JULEHA) Daerah Istimewa Yogyakarta,  Cuk Tri Noviandi mengingatkan kepada para juru sembelih atau jagal agar lebih mengenali berbagai potensi bahaya ditimbulkan saat proses menyembelih hewan kurban.

“Salah satu risiko yang sering kita jumpai yakni tertendang saat mengikat atau handling sapi,” kata Cuk yang juga dosen Fakultas Peternakan UGM tersebut, Jumat (23/5).

Menurut dia risiko lain yang bisa terjadi yaitu tersayat pisau jika Juleha tidak memakai sarung tangan saat menyembelih.

“Ada pula yang terhantam kepala sapi saat sapi tiba-tiba bergerak saat/setelah disembelih,” ujarnya.

Potensi bahaya tersebut, lanjutnya tidak akan terjadi jika petugas penyembelih sudah menggunakan APD yang lengkap dan tahu SOP-nya.

BACA JUGA  Kapolda DIY Serahkan 30 Sapi dan 15 Kambing untuk Kurban

Sementara itu, Wakil Ketua Halal Center UGM, Nanung Danar Dono mengingatkan syariah Islam tentang ibadah kurban, yaitu memenuhi syarat jenis ternak, umur ternak, kesehatan ternak dan waktu penyembelihan.

Fakultas Peternakan UGM telah melatih para juru sembelih halal (Juleha) bagaimana menyembelih hewan kurban.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pelatihan, uji kompetensi, dan perpanjangan sertifikasi bagi juru sembelih halal (surveillance).

Dengan pelatihan nantinya para Juleha akan menjalankan perannya dengan tetap mengedepankan penerapan syariat Islam.

UmatIslam diimbau untuk memahami syarat-syarat sah penyembelihan hewan kurban, termasuk kriteria hewan yang layak untuk dikurbankan sesuai syariat.  Hewan yang dikurbankan adalah hewan yang sehat.(AGT/S-01)

BACA JUGA  Antisipasi Kepadatan Libur Idul Adha, KAI Commuter Tambah Jadwal Perjalanan 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

HINGGA saat ini masih banyak terjadi kekerasan di lingkungan kampus, baik yang dilaporkan maupun tidak dilaporkan. Untuk mewujudkan lingkungan akademik yang aman dan inklusif tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga…

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari