Mentan Usulkan Ubah Pola Tanam untuk Mitigasi Longsor

MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya solusi permanen agar bencana longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak terulang. Pasalnya kondisi geografis wilayah itu sangat rawan, dengan tingkat kemiringan lahan mencapai 20 hingga 30 derajat, bahkan di beberapa titik mencapai 45 derajat.

“Jika tidak segera ditangani, bencana ini sangat berpotensi terulang. Karena itu kami mendorong perubahan pola tanam sebagai langkah mitigasi. Kami telah meminta bupati untuk mengusulkan program penggantian tanaman hortikultura di lahan-lahan dengan kemiringan tajam menjadi tanaman tahunan seperti kopi, kelapa, dan alpukat,” ungkap Amran saat meninjau langsung lokasi bencana longsor pada Rabu (28/1) pagi.

BACA JUGA  Longsor PETI Sarolangun, Delapan Orang Meninggal Dunia

Dalam kunjungannya, Amran turut memberikan bantuan kepada para korban longsor berupa 24 truk berisi makanan siap saji, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

Tanaman tahunan

Menurut Amran, tanaman tahunan tersebut dinilai memiliki sistem perakaran yang lebih kuat dan mampu menahan erosi serta mencegah longsor. Untuk anggaran sudah tersedia, tinggal menunggu usulan resmi dari bupati dan gubernur.

Kementan juga telah menyiapkan tim di lapangan dan akan bergerak cepat untuk merealisasikan program tersebut. Sebab, program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, yang menargetkan pengembangan perkebunan seluas sekitar 870 hektare di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada daerah-daerah rawan bencana.

“Berkaitan dampak ekonomi bagi petani, kami memastikan bahwa penggantian tanaman hortikultura ke tanaman tahunan tidak akan merugikan masyarakat.

BACA JUGA  Tim SAR Total Sudah Evakuasi 23 Warga dan 9 Jenazah Korban Longsor Cisarua

“Untuk sementara, lahan dengan kemiringan ekstrem akan ditanami tanaman tahunan. Setelah tanaman seperti kopi produktif dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, pendapatan petani akan disesuaikan dan digantikan dari hasil perkebunan tersebut,” jelasnya.

Jadi lanjut Amran pendapatan petani tidak akan hilang, hanya bergeser. Setelah kopi berhasil, hasilnya akan menggantikan pendapatan dari hortikultura. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap penanganan bencana tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu menciptakan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (zahra/N-01)

BACA JUGA  Tim SAR Bandung Terus Cari Korban Longsor di Pasirlangu, Cisarua

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

POLDA Metro Jaya masih terus mengusut aktor utama ataupun dalang di balik aksi demo yang berujung ricuh pada 27 Agustus lalu. Diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes…

150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

SEBANYAK 150 personel Polri yang terdiri atas 124 polisi dan 26 Polwan serta 17 peserta asing yang akan menjalankan tugas internasional di Afrika Tengah, Jumat mengikuti upacara pembaretan di Gumuk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Cari Solusi Cegah Konflik Manusia dengan Monyet

  • September 14, 2026
Mahasiswa UGM Cari Solusi Cegah Konflik Manusia dengan Monyet

Sepuluh pemain Manchester City Bekuk Manchester United di Old Trafford

  • September 14, 2026
Sepuluh pemain Manchester City Bekuk Manchester United di Old Trafford

Juarai MotoGP San Marino, Marc Marquez Puncaki Klasemen

  • September 14, 2026
Juarai MotoGP San Marino, Marc Marquez Puncaki Klasemen

Menang TKO atas Conor Benn, Ryan Garcia Pertahankan Gelar Kelas Welter

  • September 14, 2026
Menang TKO atas Conor Benn, Ryan Garcia Pertahankan Gelar Kelas Welter

Persebaya Susah Payah Redam 10 Pemain PSIM

  • September 14, 2026
Persebaya Susah Payah Redam 10 Pemain PSIM

PBVSI Lepas Timnas Voli Pantai dan Voli Indoor ke Asian Games

  • September 13, 2026
PBVSI Lepas Timnas Voli Pantai dan Voli Indoor ke Asian Games