Korban Pelecehan Seksual Panti Asuhan Tangerang Bertambah

POLDA Metro Jaya menyebutkan korban pelecehan seksual di Panti Asuhan Darussalam An’Nur Kunciran Pinang, Tangerang, bertambah satu orang.

“Untuk anak korban per Rabu atau hari ini sudah bertambah satu lagi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Sementara itu Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya merinci korban pelecehan seksual yang sudah bisa disebutkan identitasnya.

Empat korban kategori anak berinisial DZ (8), FMK (13), MS (14), RK (16), dan tiga dewasa M (30), J (19), dan RK (20).

Kapolres mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual ini berawal adanya laporan yang masuk pada 2 Juli 2024.

BACA JUGA  Kota Tangerang dan Cilegon Jadi Kota Uji Coba Makan Bergizi Gratis

Namun dalam perjalanannya agak lambat karena adanya trauma yang dialami korban.

Untuk itu Polres Metro Tangerang Kota melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk mengungkap kasus pelecehan tersebut terutama jumlah korban.

Saat ini satu pelaku masih buron. Kedua pelaku yang sudah ditahan adalah S dan YB.

Sedangkan satu orang berinisial YS merupakan salah satu pengurus panti asuhan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Aparat Polres Metro Tangerang Kota masih memburu pelaku.

Warga sekitar panti asuhan tidak menaruh curiga dengan praktik di panti asuhan yang sudah berdiri sejak 2003 itu. Pemilik panti asuhan dikenal membaur dan ramah dengan para tetangga. (*/S-01)

BACA JUGA  DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Siswantini Suryandari

Related Posts

KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

KOMISI  Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis isu politik dan ekonomi di balik penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait cukai PT Djarum. Penegasan itu…

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

MANTAN Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim didakwa menerima uang senilai Rp1,2 miliar terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) periode 2021-2026. Jaksa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

  • November 2, 2026
Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

  • November 2, 2026
Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

Rokok Kalahkan Belanja Gizi Keluarga, Pakar UGM Ingatkan Potensi Stunting

  • November 2, 2026
Rokok Kalahkan Belanja Gizi Keluarga, Pakar UGM Ingatkan Potensi Stunting

DIY Alami Inflasi 3,01 Persen sepanjang Oktober

  • November 2, 2026
DIY Alami Inflasi 3,01 Persen sepanjang Oktober

Atlet Savate Cianjur Raih Emas Perdana Cabor Ekshibisi Porprov XV Jabar

  • November 2, 2026
Atlet Savate Cianjur Raih Emas Perdana Cabor Ekshibisi Porprov XV Jabar

Kapolda DIY Ajak Siswa SMPN 1 Depok Sleman Tanamkan Disiplin dan Karakter

  • November 2, 2026
Kapolda DIY Ajak Siswa SMPN 1 Depok Sleman Tanamkan Disiplin dan Karakter