Pakar UGM: Tidak Semua Kelelahan Itu Burnout

MENJELANG akhir tahun, isu kelelahan mental, fisik, dan emosional atau yang kerap disebut burnout kembali mencuat di kalangan pekerja dan mahasiswa. Tekanan target kerja, penutupan buku, hingga evaluasi akademik kerap memicu kelelahan psikologis.

Namun, pakar Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Sumaryono, M.Si., mengingatkan bahwa tidak semua kelelahan psikologis dapat langsung disebut burnout. Menurutnya, penting untuk memahami perbedaan antara stres, burnout, dan depresi agar penanganannya tepat.

“Yang sering terjadi sebenarnya adalah stres, bukan burnout. Burnout itu kondisinya lebih berat karena mencakup kelelahan fisik, emosional, dan mental secara bersamaan,” ujar Sumaryono, Rabu (24/12) dikutip dari laman UGM.

Pria yang akrab disapa Maryono ini menjelaskan, menjelang akhir tahun pekerja memang menghadapi tekanan tinggi akibat tenggat waktu dan target kinerja. Sementara mahasiswa, menurutnya, umumnya masih berada dalam beban akademik yang relatif normal sehingga lebih tepat dikategorikan mengalami stres.

BACA JUGA  Lonjakan Wisatawan Nataru Uji Daya Tahan Kota Yogyakarta

Ia juga menyoroti penggunaan istilah burnout yang kerap tidak tepat, terutama di kalangan anak muda. Sedikit tekanan sering kali langsung dilabeli burnout, padahal secara psikologis burnout ditandai oleh rasa tidak berdaya yang mendalam.

“Kalau hanya sakit kepala atau pusing, itu masih stres. Burnout itu benar-benar merasa tidak mampu dan mengalami kelelahan berat untuk menjalani aktivitas,” jelasnya.

Gen Z rentan stres

Adapun depresi, lanjut Sumaryono, sudah masuk ranah klinis dan memerlukan penanganan profesional yang lebih serius. Terkait anggapan bahwa Generasi Milenial dan Generasi Z lebih rentan mengalami burnout, ia menilai perbedaannya terletak pada tingkat resiliensi.

“Perbedaan generasi lebih pada pengalaman menghadapi tekanan dan bagaimana mereka belajar coping atau mengelola stres. Bukan berarti generasi sebelumnya tidak mengalami tekanan,” ujarnya.

BACA JUGA  Komunitas Marah-Marah Wadah Pelepas Stres

Dalam dunia kerja dan akademik, persepsi terhadap tuntutan karier dan produktivitas sangat memengaruhi tingkat stres seseorang.

Menurut Sumaryono, stres dapat menjadi adaptif ketika individu menemukan makna dalam pekerjaannya. Karena itu, peran mentor, baik dosen pembimbing akademik maupun atasan, sangat penting dalam mendampingi anak muda melalui pendekatan coaching dan komunikasi terbuka.

“Pendampingan ini penting agar tekanan tidak berkembang menjadi stres berkepanjangan dan berpotensi menjadi burnout,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Sumaryono membagikan strategi realistis melalui metode CHANGE. Metode ini mencakup Challenge (melihat hidup sebagai tantangan), Hope (menjaga harapan), Adaptation (mengelola stres dan menetapkan prioritas), Network (membangun jejaring dan meminta masukan dari mentor), hingga Growth dan Excellence sebagai tujuan pengembangan diri.

BACA JUGA  UGM dan BRIN Selesaikan Peta Nasional Padang Lamun

Ia menegaskan, stres tidak boleh diremehkan, namun juga tidak perlu dibesar-besarkan. Dengan pemahaman yang tepat, stres justru dapat menjadi energi pendorong untuk tetap produktif dan berkembang. (*/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

FH UII Peringkat 1 PTS Nasional Versi THE WUR

FAKULTAS Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) meraih peringkat pertama tingkat nasional untuk kategori perguruan tinggi swasta (PTS) dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject Law…

PSHK UII Soroti Penggantian Calon Hakim Konstitusi Usulan DPR

DPR RI mengganti nama calon Hakim Konstitusi (MK) usulannya dari Inosentius Samsul menjadi Adies Kadir. Pergantian ini menuai sorotan karena Adies sebelumnya pernah dinonaktifkan sebagai anggota DPR RI terkait kehadirannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

  • January 29, 2026
Tim SAR Temukan Tiga Bodypack Korban Longsor di Hari Keenam

Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

  • January 29, 2026
Gilas Garuda Jaya, Samator Jaga Asa ke Final Four Proliga

KLH Gandeng ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

  • January 29, 2026
KLH Gandeng  ITB Kaji Lanskap Wilayah Longsor Cisarua

Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

  • January 29, 2026
Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

  • January 29, 2026
Curi Peralatan Foto, Ibu dan Anak Ditangkap

Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka

  • January 29, 2026
Polisi Tetapkan Pelaku Eksploitasi Anak Jadi Tersangka