Aktivis Perempuan Kecam Pembongkaran Pagar Mutiara Regency

PEMBONGKARAN paksa tembok pagar Perumahan Mutiara Regency Kabupaten Sidoarjo mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Di antara pengecam itu adalah aktivis perempuan di Sidoarjo, Nadia Bafaqih.

Ia menilai pembongkaran paksa yang dilakukan Satpol PP atas perintah Bupati Sidoarjo itu brutal, represif, dan biadab. Ia pun mendukung warga yang memperjuangkan hak mereka dalam kasus itu.

Menurut Nadia, peristiwa ini bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga bentuk nyata dari brutalitas penguasa yang menginjak-injak martabat rakyat, dan melanggar hak asasi manusia.

Aktivis perempuan yang concern dengan issue HAM & Kemanusiaan itu menilai, insiden di Mutiara Regency merupakan potret paling terang dari wajah represif kesewenang-wenangan Bupati Sidoarjo. Tindakan Satpol PP Sidoarjo membongkar paksa tembok pagar disebutnya bentuk kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir.

Halalkan kekerasan

Aktivis perempuan Nadia Bafaqih. (Dok.ist)

“Peristiwa ini juga mempertegas pola berulang, bahwa perintah Bupati Sidoarjo ini, memposisikan rakyat sebagai musuh. Alih-alih hadir sebagai pelindung dan pengayom, Satpol PP Sidoarjo justru menjelma menjadi alat kekuasan untuk merepresif dengan menghalalkan kekerasan, pemukulan, kriminalisasi dan intimidasi, terutama terhadap sejumlah korban yang sebagian juga para ibu dan lansia yang memperjuangkan haknya,” kata Nadia, Kamis (29/1).

BACA JUGA  Warga Sidoarjo Dianiaya di Mobil, Diselamatkan Warga Jombang

Peristiwa kelam itu juga disebutnya sebagai kado HUT Sidoarjo yang memprihatinkan. Peristiwa itu, kata Nadia, juga menjadi bukti bagaimana buruknya nilai nilai kemanusiaan yang tidak berharga lagi. Karena melakukan kekerasan semena-mena terhadap warga negara yang seharusnya mereka lindungi.

“Ini adalah pengkhianatan terhadap konstitusi dan bentuk pengabaian tanggung jawab Bupati Sidoarjo terhadap warganya,” tegas Nadia.

Alami luka-luka

Pembongkaran pagar perumahan Mutiara Regency Sidoarjo oleh Satpol PP. (MN/OTW))

Untuk diketahui, sejumlah warga sempat berusaha menolak pembongkaran dengan menghadang petugas. Sempat terjadi aksi saling dorong dan bentrok, namun karena warga kalah jumlah, petugas berhasil masuk dan melakukan pembongkaran. Akibatnya sejumlah warga mengalami luka memar dan melaporkannya ke Polresta Sidoarjo.

Rencana pembongkaran ini sebenarnya sudah lama akan dilakukan namun gagal. Warga berusaha mempertahankan karena menganggap tembok tersebut merupakan bagian dari konsep awal perumahan sistem satu pintu. Warga yang sudah belasan bahkan puluhan tahun tinggal di sana, merasa terganggu jika pagar dibuka, karena tidak one gate system lagi.

BACA JUGA  Jelang Nataru, Petugas Gabungan Razia Tempat Hiburan

“Saya sudah 22 tahun di sini. Dulu tertarik membeli rumah karena one gate system, lha kok ini tiba-tiba dibongkar,” kata Nining, salah satu warga.

Namun akhirnya tembok pagar pembatas di Mutiara Regency tetap dibongkar karena akan dijadikan jalan tembus bagi warga Perumahan Mutiara City di belakangnya.

Jalankan perintah Bupati

Pembongkaran pagar perumahan Mutiara Regency Sidoarjo oleh Satpol PP. (MN/OTW))

Akses keluar warga Mutiara City melalui Desa Banjarbendo dinilai sudah padat dan macet. Dibukanya jalan tembus dalam komplek diharapkan bisa mengurangi kepadatan jalan terutama di sekitar Desa Banjarbendo.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Yany Setyawan mengaku hanya menjalankan perintah dari bupati. Sebelum dilakukan pembongkaran, kata Yany, sejumlah tahapan sudah dilakukan Dinas PU Cipta Karya, dan sudah ada kesepakatan dari forkopimda.

BACA JUGA  Hujan Es dan Angin Kencang Landa Sidoarjo

“Kalau soal warga mengklaim terluka, anggota kami juga ada yang mengalami luka karena lemparan,” kata Yany.

Sebanyak 210 personel Satpol PP diturunkan untuk pembongkaran paksa itu. Mereka dibackup aparat Polresta Sidoarjo 60 personel, TNI 30 personel, Polisi Militer lima personel dan Garnisun lima personel. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

TIM bola basket putri Kabupaten Cianjur tampil moncer melawan Kabupaten Indramayu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di GOR Kota Depok, Minggu (1/11/2026). Tim bola basket putri…

Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang Oktober

POLRESTA Sleman bersama jajaran Polsek mengintensifkan razia peredaran minuman keras (miras) tanpa izin guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam razia yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026), kata Kasi Humas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Rektor Universitas ‘Aisyiyah Dikukuhkan Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

  • November 2, 2026
Rektor Universitas ‘Aisyiyah Dikukuhkan Jadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Marc Marquez Makin Kukuh di Puncak Klasemen, Veda Buat Sejarah

  • November 1, 2026
Marc Marquez Makin Kukuh di Puncak Klasemen, Veda Buat Sejarah

Persib Pesta Gol ke Gawang Isenmulang, Borneo FC Tumbang di Mataram

  • November 1, 2026
Persib Pesta Gol ke Gawang Isenmulang, Borneo FC Tumbang di Mataram

Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

  • November 1, 2026
Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

  • November 1, 2026
Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

  • November 1, 2026
Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas