Sinergi Kemenkes dan KKI Jaga Profesionalisme Nakes

WAKIL Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, atau dr. Benny, mendorong penguatan sinergi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) untuk menjaga mutu, etika, dan profesionalisme tenaga medis serta tenaga kesehatan di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan dr. Benny saat memberikan arahan dalam kegiatan KKI di Auditorium Elang, Gedung KKI, Hang Jebat, Jakarta, Senin (20/10).

“Independensi KKI adalah mandat undang-undang yang harus dijaga. Kolaborasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika kita saling menghormati kewenangan masing-masing,” ujarnya.

Menurut dr. Benny, KKI merupakan lembaga independen yang berdiri sejajar dengan Kemenkes, bukan di bawah kendali struktural kementerian. Karena itu, hubungan kedua lembaga perlu dibangun atas dasar kemitraan strategis sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

BACA JUGA  Para Guru Honorer di Jakarta Diminta Ikut Seleksi KKI Tahun Ini

Ia juga menekankan pentingnya memperluas peran KKI hingga ke tingkat daerah melalui pembentukan jejaring di provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat penyelesaian persoalan profesi di lapangan.

Kemenkes dan KKI perkuat kerjasama

Selain itu, Wamenkes menyoroti persoalan kekurangan tenaga dokter dan ketimpangan distribusi dokter spesialis. Ia mendorong pertemuan rutin antara Kemenkes, Kementerian Pendidikan, dan KKI guna menyusun peta kebutuhan serta distribusi tenaga medis yang lebih akurat.

“Kita perlu data yang sama agar kebijakan penempatan tenaga medis bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Menutup arahannya, dr. Benny mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat nilai integritas, kolaborasi, dan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan.

“Mari kita tingkatkan sinergi untuk masyarakat yang sehat dan mandiri,” pungkasnya.

BACA JUGA  RS Kardiologi Emirat–Indonesia Resmi Diserahkan

Sementara itu, Ketua KKI drg. Arianti Anaya menegaskan komitmen lembaganya dalam memperkuat tata kelola profesi melalui penyusunan standar kompetensi yang seragam, peningkatan profesionalisme, serta percepatan digitalisasi sistem uji kompetensi nasional.

“KKI kini menaungi lebih dari 80 kolegium dari berbagai disiplin ilmu. Ini tanggung jawab besar untuk memastikan tenaga kesehatan Indonesia berdaya saing global,” ujar Arianti.

Ia menambahkan, standar kompetensi dan profesi harus terus diperbarui agar relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat.

“Standar kompetensi harus menjadi dokumen hidup yang diperbarui setiap tahun, bukan dokumen kaku, tetapi panduan untuk menjaga kualitas dan keselamatan pasien,” jelasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Kemenkes Waspadai Risiko Penyakit Menular di Pengungsian

Siswantini Suryandari

Related Posts

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

1000 Peserta Diharapkan Ikuti Lomba Borobudur 100 untuk Bantu Penyandang Cerebral Palsy

AJANG olahraga lari Borobudur 100 tidak hanya menjadi ajang unjuk kebugaran, tetapi juga sarana untuk menggalang kepedulian sosial, guna mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy. Project Director…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit