AI dan Etika, Bahaya Sitting Desease dan Masa Depan Urban Farming di Mata 3 Profesor Undip

UNIVERSITAS Diponegoro menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dengan agenda Upacara Purna Adi Cendekia pada Selasa, 26/8 di Gedung Prof. Soedarto, S.H., Kampus Tembalang Semarang.

Tiga guru besar Purna Adi  Cendikia memaparkan tentang AI dan Etika, Bahaya Sitting Desease dan Masa depan Urban Farming.

Mereka adalah Guru Besar Prof. Iriyanto Widisuseno,  dengan kepakaran Filsafat Ilmu menyoroti kecerdasan buatan (AI) dan masa depan kemanusiaan.

 “AI memang mampu mengolah data dengan kecepatan luar biasa dan akurasi, tetapi ia tak bisa menggantikan empati, kreativitas, , intuisi, dan kebijaksanaan manusia. Menurutnya, AI bukanlah ancaman, melainkan mitra yang dapat memperkaya cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi,” paparnya.

Kolaborasi

Prof. Iriyanto menegaskan pentingnya memandang masa depan sebagai kolaborasi, bukan persaingan, antara manusia dan teknologi.

BACA JUGA  Gubernur Maluku Tertarik dengan Desalinasi Tenaga Surya Undip

“Perguruan tinggi harus hadir sebagai motor penggerak dengan menyiapkan generasi yang terampil, beretika, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, AI benar-benar dapat  digunakan untuk kebaikan bersama dan mendukung masa depan kemanusiaan yang cerdas dan bermartabat,” katanya.

Gaya hidup modern

Sementara itu Prof.Hardhono Susanto, sebagai pakar anatomi kedokteran, mengingatkan tentang ancaman gaya hidup modern yang dikenal dengan istilah sitting disease.

Ia menyoroti bagaimana kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik telah menjadi “pandemi senyap” yang memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari diabetes, obesitas, hingga gangguan kardiovaskular.

Menurutnya, kesehatan sejati bukan hanya warisan genetik, tetapi hasil dari disiplin bergerak dan menjaga pola hidup sehari-hari.

Prof.Hardhono menegaskan bahwa “movement is medicine” di mana gerak adalah obat. Ia mendorong masyarakat, terutama generasi muda dan kalangan profesional, untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas, mulai dari langkah sederhana seperti berjalan singkat setiap 20 menit, memilih tangga ketimbang lift, hingga mengintegrasikan olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Undip Raih PT Terbaik dalam Collaborative Award 2026

Dengan purna tugasnya, ia menitipkan pesan agar gaya hidup sehat tidak berhenti menjadi slogan, melainkan dipraktikkan sebagai fondasi kebahagiaan dan keberlangsungan hidup yang lebih bermakna

Solusi berkelanjutan

Pada kesempatan sama  Prof. Endang Dwi Purbayanti, mengangkat tema urban farming sebagai solusi keberlanjutan pangan perkotaan.

“Urban farming bukan sekadar bercocok tanam di kota, tetapi strategi menjaga kualitas hidup, menyediakan pangan sehat, dan menciptakan ruang hijau dan membuka peluang wirausaha baru. Di tengah keterbatasan lahan, inovasi seperti vertikultur, hidroponik, dan aquaponik menjadi kunci,” jelasnya.

Prof. Endang dengan keahliannya di bidang Ilmu Agronomi (Produksi Tanaman) menjelaskan bahwa manfaat urban farming melampaui aspek pangan di mana memberi lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat hingga memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus merevitalisasi lingkungan.

BACA JUGA  FK Undip tidak Menutupi Proses Investigasi Kematian dr Aulia

Inilah bukti bahwa ilmu pertanian bisa menjawab tantangan peradaban modern.

Dengan semangat itu, ia menutup paparannya bahwa bertani di perkotaan bukan sekadar tren, melainkan langkah nyata menuju kehidupan kota yang lebih sehat, produktif, dan bermartabat.  (HTM/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Polda DIY menggelar Gerakan Pasar Murah di halaman Mapolda DIY pada Selasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB…

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

KEDEPUTIAN Bidang Penghimpunn Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan dan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

  • September 29, 2026
Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

  • September 29, 2026
BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

  • September 29, 2026
Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

  • September 29, 2026
Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

  • September 29, 2026
Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam