Walhi Jabar Nilai Pembongkaran Bangunan Liar oleh Pemprov Tebang Pilih

PEMBONGKARAN bangunan liar yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di beberapa wilayah dikritisi oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar.

Pasalnya, pembongkaran itu tidak dilakukan secara menyeluruh dan cendrung menyasar pedagang kecil, sementara restoran besar milik pengusaha tetap dibiarkan. Contohnya seperti di jalan menuju Tangkupan Perahu Kabupaten Subang.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Wahyudin Iwang mengungkapkan, pembongkaran bangunan liar tidak dilakukan menyeluruh. Asas keadilannya tidak terlihat.

Restoran besar

Hal itu bisa dilihat bangunan besar milik Asep Stroberi, D’Castello dan De Ranch, tidak disentuh selama ini. Padahal jika ditilik dari segi risiko terhadap kerusakan alam di Subang, justru restoran-restoran besar yang harus dibongkar.

“Karena mereka mengubah bentang alam. Tempat yang seharusnya menjadi resapan air, kini tertutupi betonisasi untuk lahan parkir, sehingga bisa berkontribusi terhadap runoff (banjir) di kawasan itu.”

BACA JUGA  Dedi Mulyadi Prihatin dengan Dugaan Kekerasan pada Pekerja Sirkus

“Langkah Gubernur Dedi Mulyadi membongkar warung-warung di sepanjang jalur Bandung-Subang cenderung mementingkan citra di masyarakat, ketimbang pertimbangan yang esensial,” tegasnya.

Terkesan gimmick

Menurut Iwang, itu hanya gimmick, hanya ingin viral, hanya ingin dilihat baik di mata publik bahwa untuk mencegah bencana dan memperindah alam, lalu membongkar warung-warung di sekitar jalur itu.

Padahal, yang harus dibongkar, restoran dan tempat wisata milik pengusaha besar. Ia juga mengkritisi keputusan Pemprov Jabar menanam pohon kelapa dan palem di lahan bekas warung-warung tersebut. Sebab pohon kelapa dan palem, kurang cocok untuk ditanam di kawasan pegunungan.

“Mungkin Dedi Mulyadi cuma mempertimbangkan estetika. Dipilih pohon kelapa dan palem supaya terlihat cantik, arahnya ke sana,” kata dia.

BACA JUGA  Gubernur Jabar dan Zulhas Luncurkan Program Percepatan KDMP

“Namun, kalau merujuk kepada fungsi, apalagi ini ditanam di badan jalan, seharusnya yang ditanam adalah pohon-pohon yang mampu menyerap polutan dan air.”

Direlokasi

Sementara itu Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Jabar, Gatot Sambas menyatakan, 234 pedagang kaki lima (PKL) yang lapaknya digusur akan direlokasi.

Sesuai arahan gubernur, mereka akan ditempatkan di tempat lain. Mereka digeser, bukan digusur, karena PKL berpotensi mengganggu jalan dan berada di tanah milik PTPN.

“PTPN sudah bersedia dan bersepakat untuk menyediakan lahan bagi 234 PKL berjualan. Nanti pihak PTPN yang akan menyediakan lahannya, kita sudah sepakat. Untuk dana talangan sementara karena para pedagang tidak bisa berjualan, ada dana tunggu dan nanti diserahkan oleh Bupati Subang,” imbuhnya.

BACA JUGA  Respon WWF, Walhi Jabar Pasang Spanduk Zero Tolerance Policy di Sungai Citarum

Tanpa ekses

Gatot juga menjabarkan, sifat relokasi itu yakni sukses tanpa ekses. Itu karena Satpol.PP Jabar, tidak melakukan secara frontal dan sebelumnya pihak PTPN sendiri sudah mengeluarkan surat peringatan (SP).

Bahkan terakhir SP 3 keluar bulan Juni, artinya mereka seharusnya sudah tidak ada disana. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Jateng Dikepung 162 Bencana Sepanjang 2026, Inilah Upaya Pemprov

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 162 kejadian bencana terjadi sejak 1 Januari hingga 12 April 2026. Dari jumlah tersebut, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem masih mendominasi wilayah…

Wabup Sidoarjo Instruksikan Renovasi Total SDN Putat dengan Dana Banpres

WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menginstruksikan renovasi total terhadap bangunan SDN Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, lantaran kondisi fisik sekolah yang dinilai membahayakan nyawa siswa. Instruksi itu dikeluarkan saat Mimik meninjau langsung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tekuk Elctric PLN, Popsivo Segel Podium 3 Proliga

  • April 23, 2026
Tekuk Elctric PLN, Popsivo Segel Podium 3 Proliga

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan 4,9-5,7 Persen

  • April 22, 2026
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan 4,9-5,7 Persen

Iran Skeptis dengan Perpanjangan Gencatan Senjata Trump

  • April 22, 2026
Iran Skeptis dengan Perpanjangan Gencatan Senjata Trump

Pengelolaan Barang KAI Logistik Naik 24 Persen di Triwulan 1

  • April 22, 2026
Pengelolaan Barang KAI Logistik Naik 24 Persen di Triwulan 1

Jateng Dikepung 162 Bencana Sepanjang 2026, Inilah Upaya Pemprov

  • April 22, 2026
Jateng Dikepung 162 Bencana Sepanjang 2026, Inilah Upaya Pemprov

Wabup Sidoarjo Instruksikan Renovasi Total SDN Putat dengan Dana Banpres

  • April 22, 2026
Wabup Sidoarjo Instruksikan Renovasi Total SDN Putat dengan Dana Banpres