Tim SAR Gabungan Tunda Evakuasi Korban Kecelakaan Helikopter

TIM pencarian gabungan memutuskan untuk melanjutkan proses evakuasi korban helikopter milik PT Matthew Air, besok. Pasalnya, kondisi medan dan keterbatasan jarak pandang di lokasi jatuhnya helikopter di Sekadau menyulitkan proses evakuasi.

“Tim sudah berada di lokasi jatuhnya helikopter. Namun karena kondisi gelap dan medan yang terjal, evakuasi belum memungkinkan dilakukan malam ini,” kata Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto di Nanga Taman dikutip antaranews.

Dia mengatakan tim gabungan yang terdiri atas TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat telah berhasil mencapai titik lokasi kejadian (TKP).

Sugiyanto menjelaskan, tim saat ini bermalam atau bivak di sekitar 50 meter dari titik lokasi jatuhnya helikopter di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat sambil menunggu kondisi yang lebih memungkinkan pada pagi hari.

BACA JUGA  Basarnas Manokwari masih Cari 19 Warga Hilang Dampak Banjir

Memaksimalkan pencarian

“Kami bivak terlebih dahulu di atas bukit. Besok pagi evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan peralatan yang saat ini sudah mulai dikirim ke lokasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak I Made Junetra memastikan tim gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian dan evakuasi setelah adanya indikasi temuan serpihan helikopter dari hasil pemantauan udara.

“Setelah briefing, kami menerima informasi awal adanya serpihan di titik koordinat yang telah diidentifikasi. Namun ini masih berdasarkan pengamatan dari udara,” kata Junetra.

Ia menyebutkan, pencarian udara telah dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali untuk memastikan lokasi, namun operasi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan.

BACA JUGA  Banyak Kecelakaan Kapal Laut di Bali, SAR Susun Kontingensi Penanganan Kecelakaan Kapal

Hilang kontak

Helikopter jenis Airbus H130 tersebut diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot, serta enam penumpang masing-masing Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB dan dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. (*/N-01)

BACA JUGA  Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR di Pantai Congot

Dimitry Ramadan

Related Posts

AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

SEJUMLAH negara mediator regional seperti Qatar, Mesir, dan Pakistan mengajukan proposal gencatan senjata selama 10 hari kepada Amerika Serikat dan Iran. Menurut sejumlah kabar AS, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald…

Hotman Paris Minta Maaf Sudah Hina Wartawan dan Bawa Nama Presiden

PENGACARA kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya meminta maaf terkait ucapannya yang menghina wartawan dan membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto saat membela kliennya yang merupakan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, dalam konferensi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

  • July 22, 2026
AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

  • July 21, 2026
Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

  • July 21, 2026
Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

  • July 21, 2026
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

  • July 21, 2026
Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras

  • July 21, 2026
MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras