
BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih terus berusaha mengevakuasi para korban ambruknya mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo. Hasilnya mereka kembali menemukan tiga jenazah pada Sabtu (4/10) petang.
Menurut Kepala SAR Surabaya Nanang Sigit ketiga korban tersebut ditemukan setelah melalui proses penghancuran beton dan rangka bangunan menggunakan alat berat.
“Korban ke-28 berhasil dievakuasi sekitar pukul 14:35 WIB, disusul korban ke-29 pada pukul 16:15 WIB. Selanjutnya, pada pukul 17:35 WIB, tim menemukan salah satu bagian tubuh,” ujar Nanang di Sidoarjo.
Ia menjelaskan dalam pelaksanaan evakuasi, berlangsung penuh kehati-hatian karena korban tertimbun material bangunan. Tim SAR gabungan, kata dia, bahkan perlu mengangkat puing-puing reruntuhan dan memotong rangka terlebih dahulu sebelum bisa mengevakuasi para korban.
Selanjutnya, semua jenazah yang dievakuasi dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur. Dengan temuan terbaru tersebut, lanjutnya, total korban reruntuhan mushalla Ponpes Al Khoziny tercatat sebanyak 121 orang, terdiri atas 104 selamat dan 20 meninggal dunia.
Hingga Sabtu malam, kata Nanang, alat berat masih terus digunakan untuk mengurangi material reruntuhan di lokasi kejadian. (*/N-01)







