JK Bantah Bekingi para Penggugat Ijazah Jokowi

WAKIL Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla membantah dirinya sudah mendanai Roy Suryo dan pihak-pihak lain yang mempermalahkan keaslian ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.

Politisi kawakan yang bisa sebut JK itu bahkan menegaskan bakal melapor ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri demi meluruskan tudingan tersebut.

“Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar,” tegas JK saat konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Minggu. Ia menambahkan, pengacaranya akan melapor ke Bareskrim pada Senin (5/4).

JK sekali lagi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam polemik isu ijazah Jokowi, baik terlibat dengan Roy Suryo atau Rismon Sianipar.

Bicarakan bangsa

Di samping itu, ia menyampaikan bahwa pertemuan yang terjadi di kediamannya pada bulan Ramadan lalu dengan sejumlah akademisi dan profesional adalah untuk berdiskusi mengenai saran atas kondisi bangsa saat ini.

BACA JUGA  Satgas Pangan Bareskrim Polri Tinjau Harga Pangan di Yogyakarta

Menurut JK, sejumlah pihak yang hadir ke kediamannya itu bukan diundang karena atas kemauan mereka sendiri. Ia memastikan pertemuan itu tidak terkait soal polemik ijazah Jokowi.

“Itu kan terbuka kan pembicaraan itu, terbuka sama sekali. Itu hanya saran untuk kebijakan dan itu untuk Bapak Presiden (Prabowo). Ya, Bapak Presiden (Prabowo),” kata Jusuf Kalla.

Sebelumnya memang beredar informasi di dunia maya bahwa , Jusuf Kalla dituding memberi dana Rp5 miliar untuk mendukung masalah ijazah palsu tersebut.

Pencemaran nama baik

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. (Dok.IG)

Pada kesempatan sama, pengacara JK, Abdul Haji Talaohu, menyampaikan bahwa kemungkinan laporan itu akan disampaikan soal pencemaran nama baik. Langkah itu dilakukan sebagai meluruskan semua tudingan tersebut.

BACA JUGA  Lantik Pengurus DMI, Jk Ingin Peran Masjid Diperkuat

Jusuf Kalla, kata dia, sebenarnya sangat tidak ingin mengurusi hal-hal kecil. Namun, karena hal itu mendapat perhatian publik, pihaknya memutuskan untuk membuat laporan.

“Tadi sudah sampaikan bahwa itu adalah fitnah, tuduhan fitnah sehingga ini harus disikapi secara serius,” kata Abdul. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

TIM nasional Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah memenangkan adu penalti 4-2 melawan Thailand pada partai final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Laga…

Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di Enam Provinsi

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror (AT) Polri menangkap 11 tersangka teroris di sejumlah provinsi sejak Jumat (2/10). Menurut Juru Bicara Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana, kegiatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029