
PERNYATAAN para pejabat Iran bahwa mereka siap berperang selama berbulan-bulan dengan Amerika Serikat dan Israel bukan bualan belaka. Hal itu bahkan diakui sendiri oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA).
Menurut CIA, Teheran masih memiliki 70 persen pasokan rudal dan akan dapat bertahan menghadapi blokade laut AS hingga tiga atau empat bulan ke depan.
Dikutip dari The Washington Post, CIA menyebut Iran mampu mempertahankan kemampuan rudal balistik yang signifikan meski sudah digempur AS dan Israel sejak akhir Februari lalu.
Hal itu bertentangan dengan pernyataan pemerintahan Donald Trump yang mengklaim bahwa sebagian besar kemampuan rudal dan drone Iran telah dihancurkan.
Iran menurut CIA juga disebut berhasil membuka kembali fasilitas penyimpanan rudal bawah tanah miliknya. CIA memperkirakan Teheran setidaknya dapat bertahan selama 90-120 hari sebelum menghadapi krisis ekonomi akibat blokade AS.
Sebelumnya Trump dan para penasihat utamanya sesumbar bahwa Iran telah dihancurkan oleh serangan-serangan AS dan Israel. AS juga mengklaim bahwa blokade laut yang diberlakukannya telah membuat Iran kehabisan ruang penyimpanan untuk minyak produksinya, dengan penumpukan minyak disebut akan memicu runtuhnya infrastruktur energi Teheran. (*/N-01)







