Risiko Dutch Disease di Era Hilirisasi Tambang

DUTCH Disease atau penyakit Belanda adalah kondisi ketika ekonomi suatu negara melemah di sektor industri dan manufaktur akibat terlalu bergantung pada sektor sumber daya alam yang sedang booming, seperti minyak, gas, atau tambang.

Ledakan ekspor komoditas membuat arus devisa meningkat dan nilai tukar mata uang menguat. Akibatnya, produk industri lain menjadi mahal dan kalah bersaing di pasar global.

Istilah ini muncul pada tahun 1970-an, setelah Belanda menemukan cadangan gas alam besar di Laut Utara (North Sea) pada tahun 1959. Penemuan itu membuat Belanda mendapat banyak devisa, tetapi justru menyebabkan industri lain melemah maka dinamai “penyakit Belanda”.

Fenomena Dutch Disease atau penyakit Belanda juga pernah dialami Indonesia, terutama pada era booming minyak dan gas (migas) tahun 1970–1980-an. Saat itu, pendapatan negara melonjak tajam karena ekspor migas, namun dampaknya justru membuat sektor industri manufaktur dan pertanian melemah.

BACA JUGA  JATAM: Penghentian Tambang Tak Sentuh Akar Masalah

Kenaikan devisa menyebabkan nilai tukar rupiah menguat, sehingga produk ekspor nonmigas menjadi mahal dan kurang kompetitif di pasar global.

Ketika harga minyak dunia anjlok di pertengahan 1980-an, ekonomi Indonesia ikut terpukul karena terlalu bergantung pada komoditas. Pemerintah kemudian melakukan diversifikasi ekonomi melalui industrialisasi dan promosi ekspor manufaktur untuk keluar dari gejala Dutch Disease.

Dalam konteks sekarang, para ekonom juga menyoroti potensi Dutch Disease baru dari booming nikel dan mineral transisi energi. Jika tidak dikelola dengan baik, ketergantungan pada ekspor bahan mentah bisa kembali menekan sektor industri hilir dan memperlebar ketimpangan ekonomi antarwilayah. (*/S-01)

BACA JUGA  Jaga Kelestarian Lingkungan, Pemprov Jateng Perketat Perizinan Pertambangan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

BANDARA Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mencatatkan prestasi perdana di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan meraih penghargaan World Safety Organization Indonesia Safety Culture (WISCA) 2026. Bandara di bawah…

Pemprov Jabar Komit Perkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Ekologi

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan pentingnya kolaborasi Pemprov dengan Bank Indonesia (BI) guna memperkuat pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Hal tersebut diungkapkan Dedi seusai menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

  • May 14, 2026
Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

  • May 14, 2026
Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

  • May 14, 2026
Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

  • May 14, 2026
Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

  • May 14, 2026
Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga