Bahlil Hentikan Sementara Operasi PT GAG Nikel di Raja Ampat

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasi PT GAG Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Keputusan ini diambil sebagai respons atas pengaduan masyarakat dan untuk memastikan seluruh prosedur pertambangan telah dipatuhi.

“Kami sudah memutuskan, lewat Ditjen Minerba, bahwa status Kontrak Karya PT GAG yang saat ini mengelola tambang di Pulau Gag dihentikan sementara, sampai proses verifikasi lapangan selesai dilakukan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/6).

Bahlil menyebut bahwa tim inspeksi dari Kementerian ESDM telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Ia juga berencana mengunjungi langsung Sorong dan Pulau Gag dalam waktu dekat guna meninjau aktivitas pertambangan di lapangan.

BACA JUGA  Bahlil Yakin Wisuda Desember meski Gelar Doktor Ditangguhkan

“Kami ingin pastikan tidak ada pelanggaran terhadap aturan lingkungan maupun terhadap kearifan lokal masyarakat Papua Barat Daya. Hasil verifikasi akan kami umumkan kepada publik,” tegasnya.

Bahlil menekankan bahwa pemerintah tetap berkomitmen terhadap perlindungan lingkungan hidup, sambil tetap mendorong hilirisasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Harus hati-hati dalam menyikapi isu ini agar tidak muncul disinformasi yang bisa merugikan negara maupun industri nasional,” tambahnya.

PT GAG Nikel merupakan satu-satunya perusahaan tambang yang saat ini beroperasi di wilayah Pulau Gag. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Antam Tbk itu memiliki izin Kontrak Karya yang diterbitkan pada 2017 dan mulai beroperasi sejak 2018 setelah mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

BACA JUGA  Presiden Cabut Izin Tambang Empat Perusahaan di Raja Ampat

Data perizinan perusahaan tercatat di aplikasi Mineral One Data Indonesia (MODI) dengan nomor akta 430.K/30/DJB/2017, mencakup luas area 13.136 hektare.

“Izin pertambangan di Raja Ampat itu ada beberapa, mungkin lima. Tapi yang beroperasi sekarang hanya PT GAG. Ini milik Antam, perusahaan BUMN,” jelas Bahlil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pulau-pulau di Raja Ampat memiliki berbagai fungsi, mulai dari kawasan konservasi, pariwisata, hingga wilayah dengan potensi mineral.

Namun ia memastikan bahwa lokasi tambang PT GAG Nikel tidak berada di kawasan pariwisata utama.

“Lokasi tambang itu tidak berada di kawasan wisata Piaynemo. Jaraknya sekitar 30 sampai 40 kilometer dari destinasi wisata tersebut,” tandasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Dekan Biologi UGM Desak Pemerintah Tutup Tambang Raja Ampat

Siswantini Suryandari

Related Posts

Mengapa Banjir Bandang Sumatra Kian Mematikan

BANJIR bandang dan longsor dahsyat melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bukanlah peristiwa yang datang tiba-tiba. Material kayu, lumpur, batu, dan tanah yang menyapu pemukiman merupakan akumulasi dari proses…

Infrastruktur Listrik Sumbar Pulih 100 Persen

INFRSTRUKTUR  kelistrikan di seluruh wilayah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) berhasil pulih 100 persen pada Jumat (5/12). Pemulihan dilakukan bertahap di 19 kabupaten/kota hingga seluruh jaringan kembali menyala, dengan Kecamatan Palembayan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Aston Villa Sukses Redam Arsenal di Villa Park

  • December 6, 2025
Aston Villa Sukses Redam Arsenal di Villa Park

PSM Berbagi Angka Sama dengan Persebaya

  • December 6, 2025
PSM Berbagi Angka Sama dengan Persebaya

Dari Jawa Hingga Papua Harus Siaga Bencana Hidrometeorologi

  • December 6, 2025
Dari Jawa Hingga Papua Harus Siaga Bencana Hidrometeorologi

Rayakan HUT, RS Unimus Gelar Operasi Katarak

  • December 6, 2025
Rayakan HUT, RS Unimus Gelar Operasi Katarak

Mengapa Banjir Bandang Sumatra Kian Mematikan

  • December 6, 2025
Mengapa Banjir Bandang Sumatra Kian Mematikan

Infrastruktur Listrik Sumbar Pulih 100 Persen

  • December 6, 2025
Infrastruktur Listrik Sumbar Pulih 100 Persen