Praktik Ijon dan Tengkulak masih Marak di Kalimantan Selatan

PRAKTIK  ijon dan aksi para tengkulak yang membeli gabah dan beras dari petani dengan harga rendah di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) masih marak terjadi di Kalimantan Selatan.

Bulog Kanwil Kalimantan Selatan maksimalkan peran Tim Jemput Gabah di lapangan.

Hal ini dikemukakan, M Radhi Anshari, Manager Pengadaan Bulog Kanwil Kalsel, Selasa (20/5).

“Di sejumlah daerah pertanian di Kalsel masih terjadi praktik ijon dan aksi pembelian beras dan gabah petani dengan harga rendah oleh tengkulak. Ini banyak dikeluhkan petani dan menjadi perhatian serius pemerintah melalui Bulog,” ungkapnya.

Praktek ijon terjadi ketika para petani mendapat pinjaman atau hutang dari para tengkulak dan dibayar saat panen.

BACA JUGA  Sidak di Pasar Semarang, Bulog Pastikan Harga Pangan Stabil

Ada pula petani dibiayai bibit dan biaya tanam dan hasil panen harus dijual ke pemodal dengan harga di bawah HPP Rp6.500 untuk gabah dan Rp12 ribu untuk beras per kg.

“Harga jual gabah ke para tengkulak berdasarkan informasi di lapangan jauh di bawah harga HPP per kg,” kata M Radhi.

Untuk membantu petani mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah, Bulog telah memaksimalkan peran tim jemput gabah.

Bekerjasama  dengan aparat Babinsa dan Brigade Pangan terkait serapan beras di lapangan.

Sementara Plh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalsel, Panji Lintang mengatakan serapan gabah dan beras (setara beras) di Kalsel terus meningkat.

“Hingga Mei ini serapan kita sudah mencapai 98 persen dan kita prediksi pada akhir Mei ini dapat melampaui target,” tuturnya.

BACA JUGA  Pelajar Amuntai Raih Juara IV Chessnation 2025

Tercatat stok beras di Kalsel cukup melimpah mencapai 31.127 ton, tersebar di gudang Kotabaru sebanyak 1.892 ton, gudang Hulu Sungai 8.016 ton,  dan gudang Banjarmasin 21.128 ton.

“Momen hari kebangkitan nasional dalam konteks pangan  mendorong agar kita dapat mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional,” kata Radhi.

Perum Bulog sudah berkomitmen melakukan upaya untuk menyejahterakan petani melalui penyerapan dengan harga pembelian pemerintah.

“Ini juga upaya untuk mewujudkan asta cita presiden RI, yaitu swasembada pangan,” tutupnya. (DS/S-01)

BACA JUGA  Program Swasembada Pangan Terkendala Ketersediaan Lahan

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • June 14, 2026
Skotlandia Menang, Brasil dan Swiss Tertahan

TIMNAS Skotlandia mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Haiti dalam laga Grup C, Minggu. Satu-satunya gol Skotlandia dalam duel di Boston Stadium itu dicetak John McGinn…

Tiga Kartu Merah Warnai Kemenangan Meksiko

SALAH satu tuan rumah Piala Dunia 2026,  Meksiko sukses meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga perdana mereka Grup A Jumat dini hari WIB. Dalama duel yang berlangsung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

  • June 15, 2026
Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

Daichi Kamada Selamatkan Jepang dari Jepang Melawan Belanda

  • June 15, 2026
Daichi Kamada Selamatkan Jepang dari Jepang Melawan Belanda

Pelatih Australia Richard Garcia Senang Bisa Juarai Piala AFF U-19

  • June 14, 2026

Montella Kecewa, Turki Kuasai Laga Tapi Kalah dari Australia

  • June 14, 2026
Montella Kecewa, Turki Kuasai Laga Tapi Kalah dari Australia

Pastikan Data PCMB Aman, Pemprov Jabar Minta Maaf Atas Kendala Akses

  • June 14, 2026
Pastikan Data PCMB Aman, Pemprov Jabar Minta Maaf Atas Kendala Akses

Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026

  • June 14, 2026
Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026