
UNIVERSITAS Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta mengumumkan lima nama yang masuk dalam daftar bakal calon rektor mereka untuk periode 2026–2030.
Penetapan tersebut merupakan hasil dari tahap penjaringan bakal calon rektor, termasuk perpanjangan masa pendaftaran untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi pendaftar yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses seleksi.
Sebelumnya, UPN mengumumkan empat Bakal Calon Rektor yang lolos seleksi administrasi pada 25 Juni 2026. Setelah perpanjangan masa pendaftaran, satu Bakal Calon Rektor mengundurkan diri dan dua pendaftar baru dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Dengan demikian, terdapat lima Bakal Calon Rektor yang akan mengikuti tahap penyaringan. Penetapan lima Bakal Calon Rektor tersebut disahkan melalui Sidang Pleno Senat Universitas, yang dituangkan dalam Berita Acara Resmi Nomor 34/UN62/KP.05.00/2026/SENAT pada Senin (27/7/2026).
Berlangsung transparan
Ketua Senat UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nurcholis, M.Agr., menegaskan penetapan lima Bakal Calon Rektor merupakan bagian dari komitmen senat universitas dalam mengawal proses suksesi kepemimpinan agar berlangsung transparan, objektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kehadiran Bakal Calon Rektor yang berasal dari internal maupun eksternal menunjukkan transparansi proses pemilihan. Keberagaman latar belakang dan pengalaman para kandidat diharapkan dapat memperkaya gagasan serta menghadirkan pilihan kepemimpinan terbaik bagi Kampus Bela Negara,” ujar Ketua Senat.
Sementara Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., memaparkan lima nama Balon Rektor UPN yang lolos seleksi administrasi. “Kelima Bakal Calon Rektor tersebut terdiri dari empat akademisi dari internal UPN, serta satu akademisi dari luar universitas yang telah memiliki reputasi nasional,” papar Ketua Panitia Pemilihan Rektor, Rabu.
Beri masukan
Kelima Balon Rektor yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melangkah ke Tahap Penyaringan, adalah Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Dr. Awang Hendrianto Pratomo, S.T., M.T., Dr. Susanta, M.Si., Dr. Ir. Johan Danu Prasetya, S.Kel., M.Si., serta Dr. Dra. Machya Astuti Dewi, M.Si.
Setelah nama-nama diumumkan, Panitia membuka partisipasi masyarakat untuk memberikan masukannya dalam masa sanggah yang digelar 29 – 31 Juli.
Masa sanggah ini, ujarnya membuktikan bahwa seluruh seluruh rangkaian pemilihan rektor dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan memberikan ruang partisipasi kepada sivitas akademika maupun masyarakat.
Masa Sanggah Hasil Seleksi Administrasi, jelasnya dibuka pada 29 hingga 31 Juli 2026. “Sanggahan disampaikan secara tertulis disertai bukti pendukung, dan dapat diserahkan langsung ke Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor di Lantai Dasar, Gedung Rektorat,” jelasnya.
Finalisasi hasil
Setelah masa sanggah berakhir, Panitia Pemilihan Rektor akan melaksanakan Finalisasi Hasil pada 3 Agustus 2026. Prof. Eko Teguh menjelaskan, tahapan penting selanjutnya dalam pemilihan rektor meliputi:
1. Sosialisasi profil dan rekam jejak para Balon ke publik dan media, pada 5 – 12 Agustus 2026
2. Sidang terbuka senat universitas dengan agenda Penyampaian Visi, Misi, dan Program Kerja Bakal Calon Rektor di hadapan publik, pada 18 Agustus 2026
3. Sidang Tertutup Senat dengan agenda Fit & Proper Test untuk menyaring tiga calon rektor pada 18 Agustus 2026
4. Penyerahan tiga nama calon rektor kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek): 19 Agustus 2026. (AGT/M-01)







