Nusron Tegaskan PSN PIK 2 hanya 1.705 Ha di Kawasan Hutan

KAWASAN Proyek Strategi Nasional (PSN ) Pariwisata Tropical Coastland di Banten hanya 1.705 hektare dari total sekitar 30 ribu hektar kawasan PIK 2.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid dalam Rapat Dengar Pendapat dengan DPD RI di Gedung B DPD RI, Jakarta, Kamis (28/11).

“Yang masuk PSN Pariwisata PIK 2 hanya 1.705 hektare. Dari 1.705 hektare itu, 1.500 hektarenya masuk ke dalam kawasan hutan. Hutannya itu hutan lindung,” terangnya.

Pernyataan itu menjawab pengaduan masyarakat terkait PSN Tropical Coastland di Banten.

Adapun 1.705 hektare yang masuk ke dalam PSN tersebut berada di sepanjang Pesisir Pantai Utara Tangerang Desa Muara sampai dengan Desa Kronjo.

BACA JUGA  Pemkot Tangsel Berlakukan Tanggap Darurat Sampah 14 Hari

Area PSN tambak dan hutan mangrove

Sementara, yang masuk ke dalam area PSN di antaranya Desa Tanjung Pasir seluas 54 hektare dengan kondisi existing sebagian besar berupa tambak.

Desa Kohod seluas 261 hektare dengan kondisi existing berupa lahan tambak atau mangrove.

Desa Muara dan Desa Tanjung Pasir seluas 302 hektare dengan kondisi existing berupa tambak dan hutan mangrove.

Desa Muara seluas 217 hektare dengan kondisi existing berupa tambak.

Serta Desa Mauk dan Desa Kronjo seluas 687 hektare dengan kondisi existing berupa rawa-rawa dan tambak.

“Ini yang masuk ke dalam PSN yang sudah ditetapkan Pak Menko Ekon, yang lain tidak masuk kawasan PSN,” tegasnya.

BACA JUGA  Banjir Rendam 6 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang

“Jadi yang di luar peta ini mengatakan masuk ke PSN itu tidak benar, yang PSN hanya 1.705 hektare untuk pariwisata,” jelasnya.

PIK 2 masih ada kendala tidak sesuai RTR

Pengembangan kawasan PIK 2 masih ada kendala. Beberapa di antaranya terdapat ketidaksesuaian Rencana Tata Ruang (RTR) KSN Jabodetabekpunjur.

Kemudian Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten serta Perda RTRW Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan SK Menteri LHK, kawasan PIK 2 juga masih di dalam kawasan hutan.

Hal tersebut memerlukan rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dari Menteri ATR/Kepala BPN.

Juga UU Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023 dan Perpres Nomor 58 Tahun 2017

“Dalam mengeluarkan rekomendasi, kami akan melakukan kajian teknis kesesuaian pemanfaatan ruang,” terang Nusron.

BACA JUGA  Kota Tangerang dan Cilegon Jadi Kota Uji Coba Makan Bergizi Gratis

Fokus PSN pada tahun 2024-2029 adalah proyek menopang  swasembada pangan, energi hilirisasi, Giant Sea Wall Jakarta dan Pantai Utara Jakarta.

RDP  dipimpin oleh Ketua BAP DPD RI sekaligus Senator dari Provinsi Lampung, Abdul Hakim didampingi Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

MESKI terjadi peningkatan konsumsi energi seiring tingginya mobilitas masyarakat pada arus mudik dan arus balik Lebaran, PT Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah berhasil memenuhinya. Area Manager Communication, Relations, &…

Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

UNTUK mendukung ketahanan serta optimalisasi distribusi energi nasional, Kalog meresmikan Container Yard (CY) 2 Merapi. Fasilitas yang mulai beroperasi sejak 3 Maret lalu itu menjadi bagian dari pengembangan layanan Kalog…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

  • March 29, 2026
Menkes Gandeng China Cegah Tuberkulosis

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

  • March 29, 2026
Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas

Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

  • March 29, 2026
Pertamina Jaga Pasokan BBM dan LPG Sampai Arus Balik

Pemkot Bandung Ikut Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

  • March 29, 2026
Pemkot Bandung Ikut  Pemerintah Pusat Soal Kebijakan WFH

Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

  • March 29, 2026
Kalog Berkomitmen Perkuat Distribusi Energi Nasional

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus