
BUPATI Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna mengaku prihatin dengan aksi penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yunita (29) selama tiga tahun, warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Hal itu diungkapkannya saat menjenguk Yunita, Senin.
Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang dan sulit berkomunikasi dengan keluarganya itu ditemukan dalam kondisi luka berat dan kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dalam kunjungannya ke RSHS, Senin (22/6), bupati memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung hingga proses pemulihannya selesai.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah keluarga korban melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yunita selama kurang lebih tiga tahun.
Pengejaran terhadap terduga
Korban ditemukan dalam kondisi mengalami sejumlah luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan medis di RSHS Bandung. Polda Jawa Barat (Jabar) juga tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Saya atas nama Pemkab Bandung turut prihatin dan berduka atas kejadian ini. Ini merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menjadi peringatan bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian serta kepekaan sosial di lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Menurut Dadang, kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk saling menjaga, mengawasi, dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Pemkab telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait pelayanan dan proses pemulihan korban dan memastikan korban akan tetap mendapatkan perawatan hingga kondisi kesehatannya benar-benar membaik.
“Tadi saya sudah berdiskusi dengan pihak rumah sakit. Korban akan tetap dilayani dan dirawat sampai pulih. Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan membantu mengurus berbagai kebutuhan yang diperlukan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan administrasi dan pembiayaan,” ungkapnya.
Sudah membaik
Dadang juga mengapresiasi komitmen RSHS yang memberikan penanganan terbaik bagi korban. Berdasarkan hasil pemantauan langsung, kondisi korban saat ini menunjukkan perkembangan yang positif.
“Saat saya menjenguk, korban sedang beristirahat dan didampingi ibunya. Secara umum kondisinya sudah mulai membaik. Mudah-mudahan proses pemulihannya berjalan lancar sehingga bisa segera kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya berharap pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus ini dan menangkap pelakunya. Kejadian seperti ini sangat mengerikan dan tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.
Tingkatkan kewaspadaan
Bupati turut mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung dan Jabar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anggota keluarga dan anak-anak. Jangan sampai ada kejadian serupa yang luput dari perhatian bersama.
Sementara itu, Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dr. Fitra Hergyana menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah membentuk tim kesehatan untuk menangani korban secara komprehensif.
“Insya Allah kami telah menyiapkan tim kesehatan untuk memberikan penanganan terbaik. Kondisi pasien saat ini sudah jauh lebih baik dan kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu memulihkan kesehatannya,” paparnya.
Fitra menambahkan, proses perawatan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan medis pasien hingga dinyatakan cukup stabil untuk melanjutkan rangkaian pemulihan berikutnya. (zahra/A-01)






