
FESTIVAL Musik Cherrypop akan kembali digelar di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta pada 22-23 Agustus mendatang. Kali ini gelaran yang kelima Cherrypop itu mengusung tema Rekreasi, Peristiwa, Lima Tahun Musik (Repelita Musik).
Hari pertama yang diadakan pada Sabtu (22/8) FSTVLST akan membawakan set khusus Paradoks Diametral, disusul Stars and Rabbit, Majelis Lidah Berduri, NDX AKA, Aftershine, Senyawa, Juicy Luicy, MALIQ & D’Essentials, Never Mind “The” (Kick Jeblogs Skit), ALI, Lipstik Lipsing, Idgitaf, Biru Baru, TheMilo, dan Murphy Radio.
Disusul Polka Wars with Alahad, Skandal yang akan tampil berbeda dengan kolaborasi bersama Fog String Quartet, Dongker, The Panturas, Afterhours, Drizzly, Statelines, Untu, Moctar, Loomers, DARUMA Rollin’, Domikado, In Inertia, Basajan, Teknoshit, Enjoy Drink, serta Pharaoh Southeast Asia juga akan meramaikan panggung Cherrypop.
Sebagai pamungkas hari pertama, The Kick, The Jeblogs, dan The Skit akan meleburkan tiga watak dan tiga riwayat dalam satu pertunjukan bertajuk Never Mind “The”: Generasi Baru Terbakar di Cherrypop.
Ambil alih lagu
Pertemuan band asal Kotagede, Klaten, dan Surakarta ini turut melibatkan Ican Harem alias Future Loundry, seniman lintas medium yang selama ini mempertautkan fesyen, subkultur, dan seni pertunjukan melalui praktik busana eksperimental berbasis olah ulang.
Di tangannya, pakaian para musisi diperlakukan sebagai kulit kedua panggung, bergerak mengikuti tubuh dan bunyi, sementara tata visualnya merespons setiap distorsi, cahaya, serta perubahan suasana.
Ketiga band itu akan saling mengambil alih lagu, bertukar personel, dan membaurkan tabiat musikalnya, sedangkan Ican merajut seluruh kegaduhan tersebut menjadi pertunjukan yang dapat didengar, dipandang, sekaligus dikenakan.
Pada penghujung malam, batas antara konser, peragaan busana, dan seni pertunjukan dibiarkan terbakar bersama nama-nama mereka.
Musikal
Hari kedua, Minggu (23/8) akan dibuka oleh aksi musikal OVN diteruskan oleh Nadin Amizah, Reality Club yang akan membawakan set album “What Do You Really Know?”, Pandai Besi, Goodnight Electric, Elephant Kind, Perunggu, Sal Priadi, The Adams, Sigmun, Swellow, Eleventwelfth.
Kelompok Penerbang Roket, Orkes Pensil Alis, Bleeedrz, Jimi Multihazam dengan set debut album “Mollydenvm”, Alkateri, Domapine, Syrian, Notyourwife, Lostineden, 510, The Bunbury, Strummer Electro, Scantofia, Olski, Kaneyorimasaru, Passive Income, LAUSBUB, Szetroom, Rokaroke, DabWok, dan Noire.
Nama-nama itu hadir dengan riwayatnya masing-masing. Ada yang tumbuh bersama kaset dan toko rilisan, ada yang lahir ketika lagu cukup dilempar ke internet untuk menemukan pendengarnya.
“Ada yang telah berjalan puluhan tahun, ada pula yang baru belajar menghadapi cahaya panggung.Selama dua hari,” kata Creative Director Cherrypop 2026, Arsita Pinandita, Jumat.
Refleksi perjalanan Cherrypop
Ia mengatakan tema yang diusung tahun ini merupakan refleksi atas perjalanan Cherrypop selama lima tahun sekaligus arah pengembangannya pada lima tahun mendatang.
“Mereka ditempatkan dalam satu garis perjumpaan, tanpa kewajiban untuk terdengar seragam,” jelasnya.
Dikatakan, kehadiran LAUSBUB, Kaneyorimasaru, dan DARUMA Rollin’ membawa tiga suara berbeda dari Jepang.
LAUSBUB, ujarnya hadir dengan denyut new wave dan elektronik, Kaneyorimasaru memainkan rock yang berakar pada kehidupan anak muda, sementara DARUMA Rollin’ membawa semangat lintas budaya dari perjalanannya di Indonesia.
Cherrypop telah menjalin partnership komprehensif untuk tahun fiskal 2026 dengan Victor Entertainment, sebuah perusahaan yang telah menjadi pendorong kuat dalam skena musik Jepang selama hampir satu abad sejak didirikan.
Perpaduan musik dan budaya
Partnership ini akan memfasilitasi berbagai inisiatif sepanjang tahun yang mendorong perpaduan antara musik dan budaya Jepang serta Indonesia, termasuk penampilan artis-artis yang bernaung di bawah Victor di Cherrypop.
Agustus nanti, bunyi-bunyi baru itu akan tiba di hadapan batu-batu Prambanan, dan tentu saja masa kini berbicara, sementara sejarah diam-diam mendengarkan.
Selain suguhan musik di atas 4 panggung Cherrypop, yaitu Cherry Stage, Nanaba Stage, Yayapa Stage, dan Chili Stage, masih akan banyak program area yang bisa diakses selama festival, antara lain Cherry District, satu area oleh-oleh yang menjual merchandise resmi Cherrypop, dan merchandise kolaborasi bersama beberapa band penampil yang dirilis eksklusif oleh Cherrymerch, serta Record Store yang menjajakan rilisan fisik dari CD, kaset pita, hingga vinyl, lengkap dengan program Signing Session.
Kemudian ada area Cherrykids untuk anak-anak dengan banyak kegiatan lucu. Lalu, ada area Community Corner, area teman-teman komunitas akan berkumpul dan berjejaring, tak hanya itu, akan ada Art Exhibition. Selanjutnya, ada area Cherry Market yang dipersembahkan oleh Indofood yag menghadirkan 50 tenant makanan dan minuman.
Prambanan jadi saksi
Candi Prambanan akan berdiri sebagai saksi. Batu-batunya telah melihat kerajaan tumbuh, cinta dikutuk, kekuasaan berganti, dan manusia terus datang untuk mengabadikan dirinya dalam foto.Pada Agustus 2026, bangunan itu akan menyaksikan ribuan orang berkumpul karena musik.
Sebagian membawa kenangan empat edisi sebelumnya, sebagian baru pertama kali. Mereka berjalan di bawah langit yang sama, mendengarkan lagu yang berbeda-beda, lalu pulang dengan cerita yang tak seluruhnya sanggup dijelaskan.
Lima tahun Cherrypop dapat dibaca sebagai perjalanan mencari bentuk. Dari ruang kecil yang lahir setelah pandemi, ia tumbuh menjadi gelanggang tempat musik, seni, arsip, fesyen, dan persahabatan saling menemukan. (AGT/M-01)








