1.597 Petugas Diterjunkan, Bandung Percepat Pemilahan Sampah

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan paling krusial yang saat ini dihadapi Kota Bandung. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai momen penentuan dalam upaya menyelamatkan kota dari krisis sampah yang kian mengkhawatirkan.

Farhan mengungkapkan, saat ini Kota Bandung menghadapi pengurangan kuota pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Namun demikian, Pemerintah Kota Bandung memilih untuk tidak menunggu dampak kebijakan tersebut dan langsung mengambil langkah-langkah antisipatif.

Salah satu langkah utama yang ditekankan adalah penguatan edukasi pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bandung akan merekrut sebanyak 1.597 petugas yang akan ditempatkan di setiap RW guna mendampingi pengelolaan dan pemilahan sampah secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Pemerintah Targetkan 80 Persen Sampah Tuntas pada 2029

“Paradigma lama harus kita ubah. Sampah tidak cukup hanya diangkut, tetapi harus habis dan diolah pada hari yang sama,” ujar Farhan, Senin (12/1).

Ia menjelaskan, selama ini pengelolaan sampah terlalu berfokus pada pengangkutan, sehingga masyarakat cenderung merasa cukup hanya dengan membayar retribusi. Pola pikir tersebut dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

Menurut Farhan, pemilahan sampah merupakan langkah paling sederhana, namun menjadi faktor paling menentukan dalam penyelesaian persoalan sampah. Ia mencontohkan, satu jenis makanan saja dapat menghasilkan beberapa jenis sampah berbeda yang seharusnya dipisahkan sejak awal.

Farhan mengakui, perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat bukanlah hal mudah dan tidak akan memberikan hasil secara instan. Namun demikian, ia meyakini bahwa perubahan paradigma merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Beri Waktu 14 Hari untuk Pemulihan Internet

“Ini bukan pekerjaan satu atau dua tahun. Ini pekerjaan peradaban,” tegasnya.

Melalui kolaborasi lintas wilayah, lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta partisipasi aktif masyarakat, Wali Kota Bandung optimistis Kota Bandung mampu keluar dari krisis sampah dan membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. (Rava/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana Masuki Musim Penghujan

SAAT memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat di wilayah rawan pun diminta meningkatkan kesiapsiagaan serta…

Diduga Terobos Lampu Merah, Dua Warga Godean Meninggal Dunia

KECELAKAAN lalu lintas yang terjadi di simpang empat Demak Ijo, Nogotirto, Gamping, Sleman pada Rabu dinihari sekitar pukul 04.00 WIB menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menko Pangan Minta Ekspor CPO Langsung ke Negara Pembeli tidak Pakai Perantara

  • November 4, 2026
Menko Pangan Minta Ekspor CPO Langsung ke Negara Pembeli tidak Pakai Perantara

Pecat Listyo, Presiden Prabowo Tunjuk Ariyo Windutomo Sebagai Plt KSP

  • November 4, 2026
Pecat Listyo, Presiden Prabowo Tunjuk Ariyo Windutomo Sebagai Plt KSP

BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana Masuki Musim Penghujan

  • November 4, 2026
BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Bencana Masuki Musim Penghujan

Klub-klub Raksasa Eropa Berjaya, Indonesia Ikut Bergema

  • November 4, 2026
Klub-klub Raksasa Eropa Berjaya, Indonesia Ikut Bergema

Diduga Terobos Lampu Merah, Dua Warga Godean Meninggal Dunia

  • November 4, 2026
Diduga Terobos Lampu Merah, Dua Warga Godean Meninggal Dunia

PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

  • November 4, 2026
PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara