OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • Ekonomi
  • September 19, 2026
  • 0 Comments

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) sebagai landasan pembentukan dan pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Dalam siaran pers OJK disebutkan, Kebijakan ini menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola perdagangan mineral dan komoditas strategis di Indonesia.

Dua aturan yang diterbitkan adalah POJK Nomor 15 Tahun 2026 tentang Penahapan Peralihan Tugas dan Wewenang Pengaturan dan Pengawasan Transaksi BMKS dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK, serta POJK Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Penerbitan kedua POJK tersebut merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 mengenai Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), yang memberikan mandat kepada OJK untuk mengatur dan mengawasi transaksi di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

BACA JUGA  TPAKD Jateng Dorong Pembangunan Lewat Keuangan Inklusif

Tidak ganggu aktivitas pelaku usaha

Melalui POJK Nomor 15 Tahun 2026, OJK mengatur proses transisi kewenangan dari Bappebti agar berlangsung bertahap, terukur, dan tidak mengganggu aktivitas pelaku usaha. Peralihan pengawasan ini akan efektif mulai 1 Januari 2027, bertepatan dengan mulai beroperasinya BMKS.

Sementara itu, POJK Nomor 16 Tahun 2026 mengatur secara menyeluruh penyelenggaraan BMKS, mulai dari pelaku perdagangan, mekanisme transaksi, tata kelola, manajemen risiko, hingga pelindungan pengguna jasa.

BMKS dirancang sebagai ekosistem perdagangan yang mengintegrasikan fungsi perdagangan, kliring, penjaminan, penyelesaian transaksi, serta pengelolaan Bukti Kepemilikan Elektronik. Seluruh penyelenggaraan bursa diwajibkan memenuhi prinsip keteraturan, kewajaran, transparansi, efisiensi, integritas pasar, dan kepastian penyelesaian transaksi.

BACA JUGA  Pemkot Solo Sosialisaikan Bahaya Investasi Bodong dan Judol

Tingkatkan kepercayaan investor

OJK juga menekankan pentingnya pelindungan pengguna jasa sebagai upaya meningkatkan kepercayaan terhadap pasar mineral dan komoditas strategis.

Dengan hadirnya dua POJK ini, OJK berharap Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mampu berkembang menjadi pasar yang lebih sehat, profesional, likuid, dan terpercaya, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri jasa keuangan Indonesia.

POJK Nomor 15 Tahun 2026 mulai berlaku pada 17 September 2026, sedangkan POJK Nomor 16 Tahun 2026 mulai berlaku efektif 1 Januari 2027. (Htm/M-01)

BACA JUGA  Kasus Transaksi Semu Saham SWAT Dilimpahkan ke Kejaksaan

Related Posts

Dorong Logistik Berkelanjutan, Angkutan Kontainer Bidik Pertumbuhan 8,5%

PENGEMBANGAN layanan logistik ramah lingkungan atau green freight service menjadi strategi baru untuk memperkuat pertumbuhan bisnis angkutan kereta api kontainer. Selain meningkatkan daya saing bisnis, inisiatif ini diarahkan untuk mendorong…

Diversifikasi Bisnis, Kalog Kembangkan Pergudangan di Bandung dan Purwokerto

KAI Logistik (Kalog) melakukan diversifikasi bisnis melalui pengembangan dua pergudangan di Bandung dan Purwokerto yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Hal itu merupakan langkah perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis sekaligus…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Diduga Terobos Lampu Merah, Dua Warga Godean Meninggal Dunia

  • November 4, 2026
Diduga Terobos Lampu Merah, Dua Warga Godean Meninggal Dunia

PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

  • November 4, 2026
PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

  • November 4, 2026
Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

  • November 3, 2026
Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal, Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

  • November 3, 2026
Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal,  Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal

  • November 3, 2026
Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal