Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

WORK From Home (WFH) yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), setiap Kamis telah berjalan efektif. Sebab kinerja aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya dilihat dari kehadiran fisik di kantor, melainkan pada hasil pembangunan yang dicapai.

“Kita sudah dari dulu jalankan WFH, efektif. Lihat saja produk pembangunannya, berhasil atau tidak. Selama ini administrasi berjalan baik, kemudian realisasi belanja anggaran malah over,” papar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi usai silaturahmi bersama pegawai Pemprov dan para kepala daerah se-Jabar di Gedung Sate, Senin (30/3).

Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum konsolidasi antara Pemprov Jabar dengan para kepala daerah guna memperkuat sinergi pembangunan di wilayah Jabar.

BACA JUGA  Jelang Nataru, Pemprov Jabar Pastikan Stok Barang Pokok Aman

Over jabatan struktural

Pada kesempatan itu, gubernur menegaskan pentingnya efektivitas birokrasi serta penguatan tenaga teknis dalam pelayanan publik.

“Problem dari kita ini lebih banyak jabatan struktural, lebih banyak fungsi-fungsi yang menyuruh dibanding yang mengerjakan,” terangnya

Menurut Dedi, pemerintah membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam pelayanan teknis. Oleh karena itu, ke depan, ia akan memperbanyak tenaga yang bekerja pada layanan yang bersifat teknis langsung.

Gubernur pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pegawai. Ia juga mengungkapkan sejumlah agenda penting yang tengah dijalankan pemerintah daerah, mulai dari penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) hingga proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BACA JUGA  Pemkot Bandung Patuhi Arahan Presiden Soal Sampah

Masih dibahas

Sebelumnya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, wacana penerapan kebijakan WFH maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih dalam pembahasan, sekaligus menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

Saat ini terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pola kerja fleksibel.

“Pemprov Jabar menyarankan WFA dilakukan setiap Kamis. Sedangkan pemerintah pusat mengusulkan pelaksanaannya pada hari Jumat. Ini masih dalam tahap kajian oleh Pemkot Bandung dengan mempertimbangkan situasi di lapangan, termasuk kemungkinan penerapan PJJ di lingkungan sekolah,” jelasnya. (zahra/A-01)

BACA JUGA  Pemkot Bandung Kaji Jadi Wakif Masjid Agung Bandung

Admin

Related Posts

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

SESOSOK bayi perempuan ditemukan di beranda sebuah rumah di Dusun Somosari, Ngrangsang RT 07/RW 04 Selomartani, Kalasan, Sleman, pada Minggu pagi. Berdasarkan keterangan saksi, In (61), perempuan, warga Selomartani, Kalasan,…

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memantau langsung pelaksanaan Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2026 yang berlangsung di lima kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman, Minggu. Pelaksanaan Pemilihan Lurah PAW …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit