UMP Jabar 2026 Tunggu Hasil Dialog dengan Buruh

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menerima formulasi penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 dari pemerintah pusat. Namun sebelum menetapkan besaran upah tahun depan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kalangan buruh.

Langkah tersebut ditempuh menyusul tuntutan buruh agar penetapan upah mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuka peluang kenaikan upah hingga kisaran 8–10 persen.

“Aspirasi buruh akan kami dengarkan sebelum keputusan akhir diambil. Ini memang keputusan dari pusat, tetapi tetap akan kami bicarakan bersama perwakilan buruh di Jawa Barat,” ujar Dedi.

Ia menegaskan, Pemprov Jabar telah menerima salinan regulasi dari pemerintah pusat terkait penetapan UMP 2026. Regulasi tersebut diterima pada hari yang sama dan penetapan UMP dijadwalkan paling lambat pada 24 Desember 2025.

BACA JUGA  Jemaah Haji Wafat Asal Jabar Berjumlah 44 Orang

“Regulasinya sudah kami terima dan juga telah dibahas melalui rapat daring bersama Menteri Dalam Negeri dan kepala dinas tenaga kerja. UMP akan diumumkan pekan depan,” jelasnya.

Terkait apakah tuntutan buruh akan sepenuhnya diakomodasi, Dedi belum memberikan kepastian. Ia menegaskan bahwa penentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) akan dibahas melalui mekanisme rapat tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan perwakilan buruh.

“Kita tunggu hasil rapat tripartit. UMK diputuskan melalui musyawarah, dan saya akan menetapkan berdasarkan kesepakatan yang dicapai,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Jawa Barat menyatakan penolakan terhadap kebijakan pengupahan 2026 yang dikeluarkan pemerintah pusat. Pasalnya, formulasi tersebut dinilai jauh dari harapan buruh yang menginginkan kenaikan upah lebih dari 8,5 persen.

BACA JUGA  Tim Akademi Persib Cimahi U-12 Ikut Ajang Gothia Cup di Swedia

Ketua DPD KSPSI Jabar, Roy Jinto Ferianto, menilai pemerintah pusat sengaja memberikan tenggat waktu penetapan upah minimum yang sangat mepet, yakni paling lambat 24 Desember 2025. Akibatnya, waktu pembahasan di Dewan Pengupahan menjadi sangat terbatas.

“Dengan waktu sesingkat itu, rapat Dewan Pengupahan berpotensi hanya menjadi formalitas tanpa diskusi yang mendalam,” ujarnya.

UMP Jabar 2026 dan penolakan KSPSI

Roy menegaskan KSPSI Jabar bersama Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI menolak Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan karena dinilai bertentangan dengan Putusan MK Nomor 168.

Putusan tersebut, kata dia, mengamanatkan adanya indeks tertentu atau alfa sebagai kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah.

“Indeks tersebut seharusnya ditentukan oleh Dewan Pengupahan provinsi untuk UMP dan Dewan Pengupahan kabupaten/kota untuk UMK, karena setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Upah minimum juga harus memenuhi kebutuhan hidup layak (KHL),” tegasnya.

BACA JUGA  Pj Gubernur Jabar Kampanyekan Motor Listrik

Ia menambahkan, UMK di Jawa Barat saat ini berkisar antara Rp2,2 juta di Kota Banjar hingga Rp5,79 juta di Kota Bekasi, sementara UMP Jabar hanya sekitar Rp2,1 juta. Berdasarkan kajian Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang telah dipaparkan di Kementerian Ketenagakerjaan dan Disnaker Provinsi Jabar, UMP Jawa Barat seharusnya berada di kisaran Rp4,1 juta.

“Kami menilai formulasi penghitungan upah minimum yang dirilis pemerintah belum mampu menyelesaikan persoalan disparitas upah di Jawa Barat,” pungkas Roy. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

POLDA Jawa Tengah terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026 untuk mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Upaya tersebut diwujudkan…

GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

KETUA Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba menegaskan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekedar kegiatan seremoni tahunan. Lebih dari itu sebagai momentum untuk menguji…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

  • October 29, 2026
Silmy Karim Didakwa  Terima Rp1,2 Miliar dari Memeras WNA

Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

  • October 29, 2026
Beri Bonus untuk Atlet dan Pelatih, Presiden Ucapkan Terima kasih

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue