Pemkot Bandung Cari Solusi Banjir Babakan Ciparay

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau kawasan rawan banjir di RW 08 Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Senin (1/12) malam. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi genangan sekaligus merumuskan solusi teknis atas persoalan banjir yang disebut warga telah berlangsung bertahun-tahun.

Dalam dialog bersama warga, Farhan menegaskan perlunya penanganan komprehensif, bukan lagi solusi sementara. Ia menjelaskan secara topografis wilayah tersebut menjadi titik kumpul aliran air dari barat ke timur sehingga membutuhkan saluran bawah tanah berkapasitas besar.

“Air berkumpul di sini karena kontur tanahnya. Maka harus dibangun saluran pembuangan di bawah jalan agar air tetap mengalir,” ujarnya.

Farhan menilai teknologi drum pori yang saat ini digunakan tidak cukup menahan volume air hujan.

BACA JUGA  Waspadai Bencana, Pemkot Bandung Perkuat Ketangguhan Warga

Menurutnya, pembangunan kanal atau saluran besar di bawah tanah menjadi opsi paling realistis dibandingkan alternatif seperti danau retensi yang membutuhkan pembebasan lahan dan berpotensi menggusur warga.

“Lebih mudah dan murah menggali saluran bawah tanah. Kalau danau retensi itu butuh lahan luas dan kapasitasnya belum tentu cukup,” katanya.

Farhan juga memastikan Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, mengingat sebagian infrastruktur, termasuk Jalan Soekarno-Hatta berada dalam kewenangan nasional. Ia menyebut anggaran tengah diupayakan agar segera turun dari pemerintah pusat.

Saat meninjau lokasi, Farhan menemukan bangunan yang berdiri di atas selokan sehingga mempersempit aliran air. Ia menegaskan perlunya penertiban secara persuasif sesuai prosedur.

BACA JUGA  Wisatawan Waspadai Cuaca Ekstrem Jelang Nataru

“Bangunan ini jelas di atas selokan, harus dibongkar. Persuasif saja, tiga kali peringatan, jika tidak digubris baru kita bongkar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk lansia. Ia meminta perangkat kewilayahan memastikan kelayakan data penerima bantuan sosial seperti desil dan PKH.

Selain itu, ia menginstruksikan Lurah Babakan untuk mengerahkan petugas Gober membersihkan saluran air secara rutin bersama RT dan RW. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

KEBERADAAN Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau yang kini dikenal sebagai Tempat Pemrosesan Akhir masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Banyak TPA yang belum dilengkapi instalasi pengolahan lindi secara…

Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

AKTRIS Hollywood Angelina Jolie secara terbuka memperlihatkan bekas luka operasi mastektomi gandanya dalam sebuah wawancara terbaru. Peraih Oscar berusia 50 tahun itu mengungkapkan alasannya kepada TIME France mengapa kini memilih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

  • December 16, 2025
Lindi TPA Berisiko Cemari Air dan Tanah

Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

  • December 16, 2025
Angelina Jolie Bicara Terbuka soal Mastektomi

Kejari dan Pemkab Sidoarjo Terapkan Pidana Kerja Sosial

  • December 16, 2025
Kejari dan Pemkab Sidoarjo Terapkan Pidana Kerja Sosial

The Gaia Hotel Bandung Hadirkan Festive Season Tutup 2025

  • December 16, 2025
The Gaia Hotel Bandung Hadirkan Festive Season Tutup 2025

OJK Raih Penghargaan Badan Publik Terbaik Nasional

  • December 16, 2025
OJK Raih Penghargaan Badan Publik Terbaik Nasional

AHY: Pemulihan Infrastruktur Sumatra Butuh Rp51 Triliun

  • December 16, 2025
AHY: Pemulihan Infrastruktur Sumatra Butuh Rp51 Triliun