Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

  • Hukum
  • May 14, 2026
  • 0 Comments

SIDANG perkara dugaan penggelapan uang hasil penjualan kasur dengan terdakwa Furqon Azizi, 36, kembali digelar di Ruang Sari Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (13/5).

Dalam persidangan tersebut terungkap fakta bahwa tujuh pondok pesantren (ponpes) sebenarnya telah melunasi pembayaran. Namun uang tersebut diduga tidak disetorkan oleh terdakwa kepada perusahaan.

Suasana persidangan sempat hening saat saksi pelapor, Dewi Sulis Herawati yang merupakan marketing PT Dynasti Indomegah, memberikan keterangan sambil menangis.

Ia menceritakan upayanya menagih tunggakan kepada terdakwa yang tak kunjung membuahkan hasil.

“Saya sampai membawa anak saya menagih berkali-kali ke rumah Furqon tapi tidak pernah ditemui. Bahkan sampai tengah malam,” ujar Dewi di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Riyono, SH, MH.

BACA JUGA  Pemerintah Bangun Sistem Pesantren Tangguh Bencana

Kerja sama pengadaan kasur

Sidang perkara dugaan penggelapan uang hasil penjualan kasur dengan terdakwa Furqon Azizi di Ruang Sari Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (13/5). (Dok.Ist)

Berdasarkan fakta persidangan, kasus ini bermula dari kerjasama pengadaan kasur busa dan springbed sejak 2018 yang mulai bermasalah pada 2023.

Sebanyak 2.788 unit kasur telah dikirimkan ke tujuh pondok pesantren melalui 28 surat jalan resmi. Dewi mengungkapkan bahwa pihak ponpes telah melakukan kewajibannya, namun dana tersebut tertahan di tangan terdakwa.

“Ternyata setelah kami cek ke pondok-pondok, mereka sudah bayar lunas ke terdakwa. Ada bukti rekening koran dan kuitansi lunas dari Toko Furqon Azizi. Tapi uang itu tidak diserahkan ke perusahaan sampai hari ini,” tegas Dewi.

Rincian pesantren

Adapun rincian ponpes yang menjadi tujuan pengiriman barang tersebut meliputi: Ponpes Al Izzah Batu 882 unit, Ponpes Mahad Tahfidziliil Quran Ponorogo 963 unit dan Ar Rohman Islamic Boarding School Malang 387 unit.

BACA JUGA  Menag Salurkan Bantuan ke Ponpes Terdampak Banjir di Bireuen

Selain itu Ponpes Al Amien Prenduan Sumenep 400 unit serta sejumlah Ponpes di Malang, Probolinggo, dan Sidoarjo.

Senada dengan Dewi, Direktur PT Dynasti Indomegah, Tan Rudy Tantoso, menegaskan bahwa secara administratif perusahaan hanya mengenal transaksi dengan pihak pondok pesantren, bukan dengan terdakwa secara pribadi.

“Yang kami ketahui adalah pondok-pondoknya. Dari data finance, sekitar Rp620.374.348 sampai sekarang belum dibayar,” ungkap Tan Rudy.

Tan Rudy juga menambahkan bahwa meskipun terdakwa yang memfasilitasi pesanan, tagihan tetap diterbitkan atas nama institusi pondok.

Terancam Pasal 486 UU No1

Staf Finance PT Dynasti, Ekorini Sulistyowati, turut menguatkan pernyataan tersebut dengan menyebutkan bahwa seluruh pesanan dan tagihan dibuat atas nama pondok dan hingga kini statusnya masih belum terbayar di sistem perusahaan.

BACA JUGA  Pemerintah Renovasi Pesantren di Wilayah Rawan Bencana

Akibat perbuatannya, Furqon Azizi didakwa telah merugikan PT Dynasti Indomegah sebesar lebih dari setengah miliar rupiah. Jaksa Penuntut Umum menjerat terdakwa dengan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (terkait penggelapan).

Sidang akan dilanjutkan pada pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya sebelum masuk ke agenda pemeriksaan terdakwa. (OTW/M-01)

Related Posts

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini komisi antirasuwah itu menangkap seorang direktur jenderal pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan dua…

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

POLDA Metro Jaya masih terus mengusut aktor utama ataupun dalang di balik aksi demo yang berujung ricuh pada 27 Agustus lalu. Diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari