
BUPATI Sidoarjo Subandi menyoroti lambatnya pembangunan rumah pompa air di Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi. Proyek senilai Rp7 miliar yang sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi banjir itu dinilai berjalan jauh di bawah target.
Subandi melakukan sidak pada Sabtu (29/11) dan menemukan deviasi pengerjaan mencapai sekitar 30 persen. Artinya, progres fisik proyek rumah pompa air jauh dari rencana awal. Padahal fasilitas tersebut penting untuk mencegah banjir di wilayah Tanggulangin dan Candi, terutama menjelang puncak musim hujan.
Proyek ini ditargetkan rampung pada 26 Desember 2025. Namun melihat kondisi di lapangan, Subandi pesimis pekerjaan akan selesai tepat waktu. Ia pun mengumpulkan pelaksana proyek dan instansi terkait pada Senin (1/12) untuk mempercepat progres.
“Saya minta seluruh pihak memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Infrastruktur ini sangat penting untuk mengurangi dampak banjir,” tegas Subandi.
Ia menginstruksikan penambahan jumlah pekerja serta percepatan pembangunan lantai dasar rumah pompa. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan terhadap kualitas dan pencapaian target proyek.
Subandi mengingatkan kontraktor agar tidak melakukan wanprestasi. Jika terjadi keterlambatan, mekanisme perpanjangan hingga 50 hari tetap berlaku, namun kontraktor akan dikenai denda sampai pekerjaan selesai.
Sementara itu, pelaksana proyek Riyan menyebut progres pembangunan telah mencapai 49 persen dan tetap optimis dapat selesai tepat waktu.
“Pengerjaan akan kami kebut agar tuntas pada 26 Desember 2025, terutama pada lantai dasar sesuai arahan Bupati,” ujarnya. (OTW/S-01)







