
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo mendapat bantuan beras dari Presiden Prabowo Subianto sebanyak 80 ton.
Beras bantuan pemerintah pusat itu sudah mulai dibagikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di desa-desa di 18 kecamatan.
Bantuan yang disalurkan kali ini berupa beras dengan kualitas premium yang baik. Setiap KPM atau penerima bantuan pangan (PBP) berhak mendapatkan 20 kilogram beras yang merupakan alokasi untuk periode Juni-Juli 2025.
Pastikan kelancaran
Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto itu pada Kamis (31/7).
Kegiatan monitoring tersebut difokuskan di dua desa di Kecamatan Waru, yaitu Desa Tropodo dan Desa Kureksari.
“Kami ingin memastikan bantuan dari Bapak Presiden ini benar-benar tersalurkan kepada panjenengan semua, tanpa ada penurunan kualitas dan kendala apapun,” kata Subandi di sela-sela kegiatan monitoring di Desa Kureksari.
Ketahanan pangan
Secara total, Kabupaten Sidoarjo mendapatkan alokasi bantuan beras sebesar 80 ton dari Presiden RI. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menekan potensi inflasi di daerah.
Dalam kesempatan tersebut Subandi berdialog langsung dengan warga penerima bantuan. Ia berpesan agar bantuan beras yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan konsumsi keluarga.
“Saya tegaskan, tolong manfaatkan bantuan beras ini dengan sebaik mungkin untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai dijual,” pesan Subandi kepada warga.
Ia menambahkan bahwa bantuan ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan perekonomian warga Sidoarjo dalam mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. (OTW/N-01)







