
PERSIB Bandung harus menunggu hingga laga terakhir untuk memastikan gelar juara Super League musim ini. Bahkan Persib hanya unggul head-to-head dari runner-up Borneo FC yang mengoleksi nilai sama 79.
Itu sebabnya pelatih Persib Bojan Hodak menyebut persaingan musim ini sebagai salah satu yang paling berat dan menguras energi dan mental.
“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama,” kata Bojan di Bandung, Sabtu.
Dibanding dua musim sebelumnya, ia menilai stabilitas tim jauh lebih baik karena komposisi pemain relatif sama sehingga koordinasi berjalan lebih konsisten dalam setiap pertandingan.
“Dua musim sebelumnya komposisi tim hampir sama, jadi musim ini lebih sulit, kami sangat beruntung,” lanjutnya.
Meski begitu Bojan menegaskan timnya tetap bisa menjaga fokus, bekerja keras meski tekanan persaingan sangat ketat. “Bagaimanapun, kami berhasil melewati semua kesulitan itu dan tetap bisa bersaing hingga akhir,” katanya.
Tidak optimal

Pada bagian lain, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengakui timnya tidak tampil optimal dalam laga kandang sepanjang musim ini. Akibatnya banyak poin terbuang sia-sia.
“Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin,” kata Souza di Stadion JIS, Jakarta, Sabtu.
Persija menutup musim dengan menundukkan Semen Padang 3-0 di Stadion JIS. Kemenangan tersebut mengukuhkan Macan Kemayoran di peringkat ketiga klasemen akhir dengan 71 poin.
Dia pun mengapresiasi The Jakmania yang terus memberikan semangat kepada tim sepanjang waktu. (*/N-01)






