Kemenhut Ungkap Pencucian Kayu Ilegal Bermodus PHAT

DIREKTORAT Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkumhut) mengungkap perkembangan terbaru praktik pencucian kayu ilegal yang dilakukan dengan memanfaatkan skema Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) untuk menyamarkan kayu hasil kejahatan sebagai seolah-olah legal.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kementerian Kehutanan resmi memberlakukan moratorium layanan tata usaha kayu tumbuh alami di Areal Penggunaan Lain (APL) untuk PHAT dalam sistem SIPuHH. Pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh dan memperketat pengawasan terhadap seluruh aktivitas pemanfaatan kayu di areal PHAT.

Ragam Modus Pencucian Kayu Ilegal

Berdasarkan hasil intelijen dan operasi penegakan hukum, Ditjen Gakkumhut menemukan sejumlah pola utama dalam modus pencucian kayu ilegal melalui PHAT, di antaranya:

  • Pemalsuan atau manipulasi dokumen kepemilikan lahan.
  • Kayu dari luar areal PHAT diselundupkan dan dibuat seolah-olah berasal dari PHAT melalui pembuatan Laporan Hasil Produksi (LHP) fiktif dengan volume yang dinaikkan.
  • Pemalsuan LHP dengan petak, diameter, dan panjang kayu yang tidak sesuai kondisi lapangan.
  • Perluasan batas peta PHAT melebihi alas hak sehingga penebangan masuk ke kawasan hutan negara.
  • Penggunaan PHAT milik masyarakat sebagai “nama pinjam” oleh pemodal untuk melegalkan penebangan skala besar.
  • Pengiriman kayu melebihi volume LHP/SKSHHK menggunakan dokumen yang dipakai berulang.
  • Kayu dari kawasan hutan diregistrasi sebagai kayu PHAT setelah dipindahkan ke lahan milik.
BACA JUGA  Perhutanan Sosial Jadi Fokus Pembangunan Berkelanjutan

Kasus Diungkap Sepanjang 2025

Penindakan terhadap praktik ilegal ini telah dilakukan di berbagai wilayah Sumatera. Beberapa kasus signifikan yang ditangani Ditjen Gakkumhut meliputi:

  • Aceh Tengah (Juni 2025): Pengungkapan penebangan di luar areal PHAT dan kawasan hutan dengan barang bukti 86,60 m³ kayu ilegal.
  • Solok, Sumatra Barat (Agustus 2025): Penindakan penebangan di kawasan hutan di luar PHAT menggunakan dokumen PHAT, dengan barang bukti 152 batang kayu/log, dua ekskavator, dan satu bulldozer.
  • Batam (September 2025): Pengamanan 443 batang kayu olahan dengan dokumen PHAT atas nama pelaku berinisial MY yang tidak sesuai ketentuan.
  • Kepulauan Mentawai & Gresik (Oktober 2025): Penyitaan 4.610,16 m³ kayu bulat asal Hutan Sipora yang dikeluarkan menggunakan dokumen PHAT bermasalah.
  • Sipirok, Tapanuli Selatan (Oktober 2025): Penangkapan 4 truk bermuatan 44,25 m³ kayu bulat dengan dokumen PHAT yang telah dibekukan.
BACA JUGA  Gakkum Kehutanan Kembali Segel 3 PHAT di Tapanuli Selatan

Terkait Kayu Terbawa Banjir di Sumatra

Menyikapi beragam spekulasi publik, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kayu terseret banjir dapat berasal dari banyak sumber, mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, material sungai, area bekas tebangan legal, hingga praktik ilegal termasuk penyalahgunaan PHAT dan illegal logging.

Ditjen Gakkumhut memastikan setiap temuan akan ditelusuri secara profesional dan diproses sesuai ketentuan hukum.

Langkah Negara Menutup Celah Kejahatan Terorganisir

Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyatakan bahwa ungkapan modus pencucian kayu ini serta kebijakan moratorium merupakan bagian dari strategi negara memutus jaringan kejahatan kehutanan yang semakin kompleks.

“Kejahatan kehutanan tidak lagi bekerja secara sederhana. Kayu ilegal bisa dimasukkan ke skema legal melalui dokumen PHAT yang dipalsukan, digandakan, atau dipinjam namanya. Karena itu kami tidak hanya menindak penebangan liar, tapi juga menelusuri dokumen, alur barang, dan alur dana di belakangnya,” tegasnya.

BACA JUGA  BBKSDA Riau Selidiki Perburuan Gajah Sumatra di Pelalawan

Penegakan Multidoors dengan pendekatan TPPU akan diterapkan untuk menjerat beneficial owner atau penerima manfaat utama dari praktik ilegal tersebut.

Januanto menegaskan bahwa penjelasannya tidak bertujuan menafikan potensi praktik ilegal di balik kayu-kayu yang terbawa banjir, melainkan untuk memperjelas sumber-sumber kayu yang sedang ditelusuri. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

POLSEK Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ajibarang bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan…

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

SRI SULTAN Hamengku Buwono X mengemukakan terpilihnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tuan rumah Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) diharapkan dapat menjadi ruang batin bersama bagi para…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00