Pemprov Jateng Gelar Lomba Lari Lintasi Merapi dan Merbabu

SEBANYAK 700 pelari dari berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara mengikuti lomba lari bertaraf internasional melalui jalur pendakian Selo, Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGB) Minggu (3/8).

Dalam ajang itu panitia menyediakan kategori jarak 5K, 10K, dan 20K. Para peserta tidak hanya menembus garis finish, tapi juga disuguhkan dengan panorama cagar biosfer Gunung Merapi dan Merbabu yang memukau.

Para peserta juga diajak berlari menembus jalur-jalur ekstrem, menguji fisik sekaligus menikmati keelokan bentang alam Indonesia yang menawan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno mengatakan, melalui ajang ini dimanfaatkan oleh Pemprov Jateng untuk mempromosikan pariwisata olahraga (sport tourism) dan kelestarian lingkungan.

Perputaran ekonomi

Menurut dia, sport tourism berbasis alam itu selain mampu mendatangkan perputaran ekonomi, juga sekaligus menyampaikan pesan kelestarian lingkungan.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Korban Banjir Demak dan Grobogan

“Ini jadi catatan penting, bagaimana mencintai lingkungan, gunung-gunung, wisata alam,” katanya seusai mengikuti kegiatan tersebut.

Ia berharap, even tersebut bisa dilaksanakan lagi dengan lebih besar. Karena dinilai efektif untuk mengkampanyekan rasa kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.

“Karena gunung ini juga daerah tangkapan air. Kalau neraca air ini bermasalah, kebutuhan untuk irigasi, air baku, air minum pasti akan berkurang. Kerusakan tentu saja harus dihindari supaya alam terjaga dan lestari,” katanya.

Sensasi baru

Salah seorang peserta asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ridwan Maulana (26) mengaku terkesan dengan keberagaman pariwisata alam yang berada di Jawa Tengah. Ia tertarik mengikuti even ini karena ingin merasakan sensasi baru. Karena ini kali pertama ia mengikuti kompetisi trail run.

BACA JUGA  Fakultas Kedokteran Diminta Percepatan Pemenuhan Dokter

“Biasanya saya datang kesini sendiri. Saya memang hobi naik gunung-gunung di Jateng seperti Merapi, Sindoro, Sumbing, Slamet, dan Lawu,” katanya.

Persiapan matang

Senada, peserta yang berdomosili di Yogyakarta, Budiawan Dwi (27) mengatakan, ada sensasi tersendiri mengikuti even di jalur pendakian Gunung Merbabu itu. Sebab, harus ada taktikal tersendiri, latihan, dan persiapan matang.

“Saya ambil jarak 10K. Bagi saya ini jalur yang menantang,” kata dia. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X  resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08). Ajang itu diharapkan jadi…

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah mengusulkan satu nama untuk calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Usulan itu sudah disampaikan melalui Surat Presiden ke pimpinan DPR…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

  • August 15, 2026
Dua Orang Meninggal dalam Gempa di NTT

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden